nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sering Dilalaikan! Ini Adab Anak terhadap Orangtua

Ayu Dita Rahmadhani, Jurnalis · Rabu 10 Juli 2019 13:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 10 614 2076973 sering-dilalaikan-ini-adab-anak-terhadap-orangtua-4PIjP7cO7y.jpg Ilustrasi rumah di Timur Tengah (Foto: Olana)

Kasih sayang orangtua kepada anaknya terkenal tiada tara. Selain itu, orangtua selalu berusaha yang terbaik bagi anak-anak mereka. Namun, banyak anak yang terlambat menyadari hal tersebut, termasuk kisah anak tidak tahu diri karena menganggap ayahnya pencuri.

Dahulu kala ada seorang anak lelaki yang sudah menikah, dia menemukan ayahnya mengambil salah satu barang di rumahnya. Ia sangat kesal lalu mengadu kepada Rasulullah SAW karena dia menganggap ayahnya tersebut adalah pencuri yang merugikan dia dan keluarganya saat ini.

 ayah

(Foto: Twitter)

Rasulullah SAW kemudian memanggil sang ayah dan bertanya kepadanya, apakah benar dia pencuri dan apakah benar dia sengaja ingin merugikan anaknya tersebut? lalu sang ayah bergetar lemas hingga terjatuh. Ia pun menangis di depan anaknya dan Rasulullah SAW.

Dengan deraian air mata, sang ayah kemudian berkata dengan lirih, "Ya Rasulullah, 25 tahun yang lalu istriku akan melahirkan, dia menjerit kesakitan dan aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, saat itu bahkan aku berdoa kepada Allah SWT agar anakku lahir dengan sehat dan istriku juga bisa melahirkan dalam keadaan yang baik. Aku rela jika aku harus dikuliti hidup-hidup hanya demi untuk melihat anakku lahir dengan selamat. Setelah lahir, aku bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya, aku bahkan ikhlas tidak makan hanya demi agar anakku tidak kelaparan, hingga akhirnya dia tumbuh dewasa dan memiliki keluarga sendiri. Kini dia mengatakan aku mencuri duhai Rasulullah..."

Mendengar perkataan sang ayah, anak yang tadinya melapor kepada Rasulullah SAW itu malah ikut menangis dan kemudian memeluk sang ayah, dia menyesali apa yang dia katakan karena menganggap ayahnya sendiri sebagai pencuri. Ia meminta maaf atas apa yang telah dia lakukan karena dia memang anak yang karena selama ini tidak tahu terima kasih kepada ayahnya.

Sejak saat itu, anak tersebut kemudian berubah dan kini lebih menghargai dan mau merawat ayahnya tersebut, dia sadar apa yang dia miliki saat ini tak terlepas dari kerja keras dan pengorbanan ayahnya dulu. Dia sadar bahwa dia tak akan mampu membalas budi kepada ayahnya. Sebab ayahnya melakukan hal itu dengan ikhlas.

Dari kisah tersebut, kita dapat melihat betapa besar pengorbanan seorang ayah demi anaknya. Maka dari itu setiap anak wajib hukumnya berbakti kepada kedua orang tua.

Hal ini sesuai dengan perintah baik yang ada di dalam Alquran maupun hadits. Dalam berinteraksi dengan orangtua, anak harus memperlakukan orangtua dengan baik dan memperhatikan rambu-rambu etika yang disebut adab.

Menurut Imam al-Ghazali sebagaimana disebutkan dalam risalahnya berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu'ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halaman 444), sekurang-kurangnya ada tujuh adab anak kepada orang tua sebagai berikut:

آداب الولد مع والديه: يسمع كلامهما، و يقوم لقيامهما، و يمتثل لأمرهما، ويلبى دعوتهما، ويخفض لهما جناح الذل من الرحمة ولا يبرمهما بالإلحاح، ولا يمن عليهما بالبر لهما، ولا بالقيام بأمرهما، ولاينظر إليهما شزرًا ولا يعصى لهما أمرًا.

Artinya: “Adab anak kepada orangtua, yakni mendengarkan kata-kata orangtua, berdiri ketika mereka berdiri, mematuhi sesuai perintah-perintah mereka, memenuhi panggilan mereka, merendah kepada mereka dengan penuh sayang dan tidak menyusahkan mereka dengan pemaksaan, tidak mudah merasa capek dalam berbuat baik kepada mereka, dan tidak sungkan melaksanakan perintah-perintah mereka, tidak memandang mereka dengan rasa curiga, dan tidak membangkang perintah mereka.”

Dikutip dari NU Online pada Rabu (10/7/2019), ketujuh adab anak kepada orang tua dalam kutipan diatas dapat diuraikan menjadi sebagai berikut:

Pertama, mendengarkan kata-kata orangtua. Setiap kali orangtua berbicara, anak harus mendengarkan dengan baik terutama ketika orangtua berbicara serius memberikan nasihat. Jika anak bermaksud memotong pembicaraan, sebaiknya memohon ijin terlebih dahulu.

Kedua, berdiri ketika mereka berdiri. Bila orangtua berdiri, anak sebaiknya juga berdiri. Hal ini tidak hanya merupakan sopan santun, tetapi juga menunjukkan kesiapan anak memberikan bantuan sewaktu-waktu diperlukan, diminta atau tidak. Demikian pula jika orangtua duduk sebaiknya anak juga duduk kecuali sudah tidak tersedia kursi lagi yang bisa diduduki.

Ketiga, mematuhi sesuai printah-perintah mereka. Apapun perintah orangtua anak harus patuh kecuali perintahnya bertentangan dengan syariat Allah SWT. Atau perintah itu melebihi batas kemampuannya untuk dilaksanakan. Jika terjadi seperti ini, seorang anak harus mencoba semampunya. Jika terpaksa harus menolak, maka cara menolaknya tetap harus dengan menjunjung kesopanan dengan memohon maaf dan memberikan alternatif lain yang sesuai dengan kemampuanya.

 

Keempat, memenuhi panggilan mereka. Anak harus segera menjawab panggilan orangtua begitu mendengar suara orangtua memanggilnya. Dalam hal anak sedang melaksanakan salat sunah, maka ia boleh membatalkan salatnya untuk segera memenuhi panggilannya. Jika orangtua memanggil anak untuk pulang dan menemuinya, anak harus segera mengusahakannya begitu ada kesempatan tanpa menunda-nunda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini