
Untuk itu, pihaknya mewajibkan perusahaan-perusahaan catering di Arab Saudi untuk memiliki chef atau juru masak dari Indonesia. "Bila ada perusahaan besar tidak memiliki koki dari Indonesia, tidak akan dipilih untuk melayani jamaah haji Indonesia," jelas dia.
Menurutnya, untuk melayani jamaah haji 2019, pemerintah menunjuk 15 perusahaan di Madinah, di Mekah sebanyak 36 perusahaan, di Arafah dan Mina sekitar 13 perusahaan. Sisanya dikelola oleh muassasah Asia Tenggara.
"Seluruh perusahaan sudah menyatakan siap untuk melayani jamaah haji Indonesia dengan sebaik-baiknya, besar harapannya asupan gizinya dan kalorinya untuk memenuhi kebutuhan selama beribadah," jelas Ahmad.
(Edi Hidayat)