nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nasihat Kurban Cak Ali: Berikan yang Paling Kamu Suka!

Intan Afika, Jurnalis · Rabu 17 Juli 2019 05:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 16 330 2079743 nasihat-kurban-cak-ali-berikan-yang-paling-kamu-suka-LdrJhKQvz5.jpg Kurban harus memberikan ternak terbaik (Foto: ABC)

Idul Adha datang sebulan lagi. Namun beberapa sudut jalan yang sudah mulai terpasang atribut pedagang yang menjual hewan kurban seperti kambing dan sapi. Hanya setahun sekali kita bisa merasakan momentum ini, dan ternyata di balik semua kegiatan Idul Adha ada maknanya.

 Sapi untuk kurban

Ketua Umum PP Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Ali Masykur Musa atau yang sering disapa Cak Ali mengatakan, saat Idul Adha ada kegiatan yang harus dilakukan yakni berkurban yaitu menyembelih hewan. Kegiatan ini bermula dari kisah Nabi Ibrahim yang diperintahkan Allah SWT untuk menyembelih Ismail, putera dari Ibrahim dan Hajar.

"Berkurban dalam bentuk menyembelih hewan. Kurban ini diwujudkan oleh Nabi Ibrahim yang diperintahkan untuk menyembelih anaknya," ucap Cak Ali kepada Okezone, Senin (15/7/2019).

Ali Masykur Musa mengatakan, saat berkurban, Allah SWT menguji setiap manusia untuk bertasawuf. Hal ini bisa dilakukan melalui zakat, infak, sedekah, atau membantu orang dengan memberi sesuatu yang paling berharga dari semua yang kita miliki. Bukan malah dari sesuatu yang sudah tidak layak atau sesuatu yang sudah tidak berharga.

"Manusia sekarang memberi sesuatu yang paling tidak penting bagi dirinya kemudian disedekahkan. Pada Nabi Ibrahim, Allah tidak mengajarkan seperti itu. Berikanlah sesuatu yang paling kamu sukai, yang paling berharga, untuk kepentingan orang lain. Misalnya melalui menyembelih binatang, karena binatang inilah yang akan dibagikan kepada fakir miskin yang belum tentu setiap setahun sekali makan daging. Nah, inilah makna dari berkurban yang bermakna bagi masyarakat miskin, dan itu disebut dengan Idul Kurban," ujar Cak Ali.

Cak Ali juga mengatakan, Idul Adha merupakan Hari Tasyrik, dan ketika Hari Tasyrik seluruh umat Islam diharamkan melakukan ibadah puasa.

"Ketika Idul Adha itu merupakan suasana yang gembira, Hari Tasyrik, dan umat islam tidak dibolehkan, haram hukumnya, untuk melakukan ibadh puasa," terang Cak Ali.

Hal ini sesuai dengan hadis riwayat Muslim,

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

“Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim no. 1141).

 

Imam Nawawi berkata, “Ini adalah dalil tidak boleh sama sekali berpuasa pada hari tasyrik.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 18)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini