Puasa Ayyamul Bidh 16-18 Juli, Ini Tata Caranya!

Muhammad Nazri, Jurnalis · Selasa 16 Juli 2019 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 16 614 2079527 puasa-ayyamul-bidh-16-18-juli-ini-tata-caranya-Ic3eCZqidG.jpg Puasa Ayyamul Bidh pahalanya besar (Foto:Prokerala)

Puasa Ayyamul Bidh atau yang dikenal dengan puasa putih adalah puasa yang dilaksanakan saat pertengahan bulan Hijriah. Puasa Ayyamul Bidh sangat dianjurkan untuk seluruh umat Islam karena memiliki banyak keutamaannya.

 Puasa Ayyamul bidh

Puasa ini dilaksanakan mulai dari tanggal 13 hingga 15 di kalender Hijriah. Pada kalender Masehi, puasa ayyamul bidh jatuh pada tanggal 16, 17, dan 18 Juli 2019.

Dinamakan Puasa Putih atau Hari Putih karena pada tanggal 13, 14, 15 pada bulan Hijriah, bulan menuju pada purnamanya sehingga bulan terlihat putih bersinar. Ayyamul artinya hari, sedangkan bidh artinya putih.

Dalam kitab Umdatul Qari’ Syarhu Shahihil Bukhari disebutkan puasa Ayyamul Bidh berasal dari kisah Nabi Adam ketika beliau diturunkan ke bumi.

Dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Abbas dijelaskan, saat Nabi Adam diturunkan ke bumi sebagian tubuhnya gosong karena panas matahari yang luar biasa pada saat itu. Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Adam untuk melaksanakan puasa pada Ayyamul Bidh.

Puasa Ayyamul Bidh memiliki ketentuan yang sedikit berbeda dari ketentuan puasa pada umumnya. Berikut Okezone rangkum dari berbagai sumber ketentuan dari puasa Ayyamul Bidh.

Pertama, bisa berniat puasa pada saat pagi atau siang hari sesudah salat Subuh. Namun, dengan syarat, belum memakan atau meminum apapun sejak adzan salat Subuh.

Kemudian, untuk wanita yang sudah beristri, diwajibkan untuk meminta izin suaminya untuk melaksanakan puasa Ayyamul Bidh. Tidak diperbolehkan melaksanakan puasa Ayyamul Bidh pada hari Tasyrik atau pada 13 Dzulhijjah.

Puasa Ayyamul Bidh juga dianjurkan dilaksanakan ketika tidak sedang berpergian. Seperti yang disebutkan dalam riwayat Ibnu Abbas,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.” (H.R An Nasai No. 2347)

Adapun tata cara dalam pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh, yaitu niat. Sebelum melaksanakan puasa Ayyamul Bidh, diharuskan membaca niatnya terlebih dahulu. Berikut niat dari puasa Ayyamul Bidh:

نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Artinya: "Saya niat puasa pada puasa hari-hari putih, sunah karena Allah Ta'ala."

Kemudian berpuasa dari terbitnya matahari hingga berkumandangnya adzan maghrib. Tak jauh beda dengan puasa Ramadhan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini