Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pecandu Media Sosial, Simak Pesan Gus Miftah Ini!

Intan Afika , Jurnalis-Rabu, 24 Juli 2019 |14:09 WIB
Pecandu Media Sosial, Simak Pesan Gus Miftah Ini!
Gus Miftah saat tausiyah (Foto: Inst)
A
A
A

Di era milenial sekarang ini media sosial menjadi salah satu pengaruh besar terhadap perilaku manusia zaman now. Mulai dari memperoleh informasi politik, fesyen, selebriti, hiburan, dan lain sebagainya semua bergantung kepada media sosial.

 Media sosial

Tidak heran jika manusia sekarang ketergantungan terhadap media sosial. Media ini juga menghubungkan orang-orang dari Sabang sampai Marauke.

Namun kini penggunaan media sosial sering disalahgunakan. Banyak yang menggunakan Instagram, Facebook, Twitter atau pun media lainnya sebagai tempat mencaci-maki, menghina, mencela dan bahkan menyebar konten-konten negatif yang dapat memberi dampak buruk bagi para penggunanya.

Lantas bagaimana pandangan Islam terhadap hal ini? Berikut penjelasan Okezone, Rabu (24/7/2019).

Terkait penggunaan media sosial, Pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah, mengingatkan kepada para pengguna media sosial melalui akun Instagram pribadinya @gusmiftah agar menggunakan media sosial dengan baik dan bijak.

Ia mengingatkan kepada orang-orang untuk memposting hal-hal positif dan bermanfaat di akun media sosial agar mendapatkan ridha dari Allah SWT. Sebagaimana dalam firman Allah:12:36

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka dan berbicaralah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan “(Q.S:Yassin:65).

Terkait ayat tersebut, Gus Miftah pernah bertanya-tanya mengapa pada hari itu mulut manusia terkunci dan tangan manusia yang berbicara. Kini ia pun mengerti alasan Allah melakukan hal tersebut, yakni karena manusia kerap kali berbuat dosa dengan menggunakan tangan dan jari-jarinya. Salah satu dosa yang mereka perbuat adalah menghina, mencela serta menghujat orang lain di media sosial.

"Allah SWT berfirman dalam surat Yasin ayat 65, Satu hari di mana mulut manusia terkunci, tangan manusia berbicara. Kadang saya berpikir kenapa Allah mengatakan tangan yang berbicara. Jawabannya adalah karena begitu seringnya kita berbuat dosa dengan menggunakan tangan dan jari-jari kita."

"Kita mencela, menghina, menghujat, mencaci orang lain di media sosial dengan menggunakan tangan dan jari-jari kita. Kita posting sesuatu yang tidak ada nilai manfaat. Justru di dalamnya ada maksiat dan dosa. Maka seharusnya media sosial adalah wasilah untuk mendapatkan ridha-Nya bukan justru mendatangkan murka-Nya. Maha Benar Allah dengan segala firmannya," lanjutnya.

Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, ”Dua orang yang saling menghina atas apa yang mereka ucapkan, dosanya adalah bagi orang yang memulainya selama orang yang dizhalimi tidak melampaui batas.”

Maka dari hadits diatas dapat dikatakan orang yang memulai mencaci akan mendapatkan dosa, karena dialah yang menyebabkan terjadinya percekcokan.

Lalu apabila orang yang dicaci membalas cacian secara berlebihan sehingga menyakiti orang yang memulai percekcokan, maka dia pun berdosa sebagaimana orang yang memulai percekcokan tersebut, bahkan dosanya lebih besar.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement