nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banyak Mengeluh, Awas Bisa Menimbun Dosa

Ayu Dita Rahmadhani, Jurnalis · Rabu 24 Juli 2019 21:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 24 614 2083103 banyak-mengeluh-awas-bisa-menimbun-dosa-s5nBf5ISZk.png Suka mengeluh, awas menimbun dosa (Foto: Whatculture)

MENGELUH nampaknya sudah menjadi kebiasaan yang tidak dapat dilepaskan dari manusia. Bahkan dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa manusia adalah makhluk yang sering berkeluh kesah.

Salah satunya dalam Al-Qur'an surat Al-Maarij: 19-20, "Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah," (Q.S. Al-Maarij : 19-20). Setiap harinya akan selalu ada keadaan atau masalah yang dikeluhkan, misalnya saat bekerja merasa lelah ia mengeluh, merasa bosan ia mengeluh, pekerjaan tidak enak ia mengeluh, padahal gaji yang diterima sudah cukup besar.

Ilustrasi mengeluh

Lalu apakah perbuatan mengeluh termasuk perbuatan dosa karena tidak mensyukuri nikmat Allah SWT? Menurut Ustadz Asroni, Ketua Forum Dai Muda Indonesia, perbuatan mengeluh ini juga disinggung oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Az-Zumar : 53.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Artinya : "Katakanlah : 'Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'". (Q.S. Az-Zumar 53).

Sehingga sebagai seorang muslim, kita harus berhenti mengeluh, karena jika kita renungkan nikmat yang sudah Allah berikan, kita tidak akan pernah sanggup menghitungnya.

"Sepantasnya kita sebagai hamba Allah harus dan senantiasa menanamkan dan memupuk rasa syukur atas anugerah limpahan nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita." Jelas Ustadz Asroni pada Okezone, Rabu (24/7/2019).

Ustadz Asroni menambahkan, "Karena sungguh kita tidak akan bisa menghitung nikmat yang telah diberikan-Nya"

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman dalam Q. S. An-Nahl : 18

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya : "Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18).

Ustadz Asroni juga mengatakan bahwa penting untuk memupuk rasa bersyukur terhadap nikmat Allah dengan cara melihat dan memperhatikan orang-orang di sekeliling kita.

"Kita harus memupuk rasa syukur itu dengan melihat dan memperhatikan disekeliling kita, banyak yang belum tentu dikasih nikmat seperti kita." Ungkap Ustadz Asroni.

Terkait perbuatan mengeluh dapat menimbulkan dosa atau tidak, Ustadz Asroni mengatakan, "Ya itu perbuatan yang tidak di sukai Allah. Namun jika mengeluhnya berlebihan sampai melakukan perbuatan di luar syara' maka itu akan berdampak dari dosa, misalnya ia mengeluh karena kekurangan Rizqi kemudian ia melanggar aturan Islam atau hukum maka itu akan berdampak dosa."

Dari hal tersebut, dan mengingat banyaknya kenikmatan yang Allah SWT berikan selama ini, tidaklah pantas jika kita masih banyak mengeluh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini