nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keistimewaan Anak Berkebutuhan Khusus dalam Islam

Senin 05 Agustus 2019 18:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 05 614 2088025 keistimewaan-anak-berkebutuhan-khusus-dalam-islam-IPfgE51CTG.jpg Anak titipan Allah (Foto: Waterford Whispers)

Islam menganggap anak memiliki kedudukan yang tidak kalah penting seperti orangtua. Anak disebut sebagai amanah bagi orangtuanya.

 Anak amanah orangtua

Dalam Alquran disebutkan bahwa anak sebagai tabungan amal bagi orangtua saat di akhirat. Apabila orangtua mengajarkan kebaikan kepada anaknya, maka amal yang mereka lakukan akan mengalir kepada orangtuanya.

Begitu juga dengan anak yang berkebutuhan khusus. Mereka memiliki keistimewaan apabila melihatnya dalam kacamata Islam.

Menurut Ustadz Oemar Mita dalam video ceramahnya, ciptaan Allah SWT, tidak ada yang namanya produk gagal. Mereka yang disebut sebagai anak berkebutuhan khusus (ABK), seperti down syndrome dan autisme bukan termasuk dalam produk gagal. Keistimewaan mereka terletak pada saat yaumul hisab nanti.

“Hisabnya itu tidak dihisab atas salat, tidak dihisab atas aurat, tidak dihisab atas puasa,” jelasnya.

Hisab itu berlaku bagi orang yang berakal. Anak-anak berkebutuhan khusus nanti kemudian pada hari kiamat dikumpulkan di akhirat, maka mereka tidak ditanya salat, puasa, ataupun amalan wajib lainnya.

“Mereka cuman ditanya pertanyaan sederhana, ‘Kamu mengenal saya tidak?’ kata Allah. ‘Kami kenal Engkau, Ya Allah,’ dimasukkan oleh Allah ke surga,” jelas Ustadz Oemar Mita.

Allah SWT mengganti penderitaan mereka di dunia dengan kenikmatan di akhirat. Allah selalu memberikan yang terbaik dalam setiap takdir yang diberikan kepada kita.

“Allah titipkan sama kamu, karena Allah tahu kamu mampu merawatnya. Allah tidak pernah salah dalam memilih tempat dan Allah tidak pernah salah dalam memilih orang,” terang Ustadz Oemar Mita.

Ada sebagian anak-anak yang dilahirkan dalam kondisi semacam itu, bukan karena tidak sempurna. Hanya saja kesempurnaan mereka itu tidak dipahami oleh kasat mata kita karena keterbatasan akal kita ketika tidak bisa menjangkau ilmunya Allah Yang Maha Luas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini