Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Isyarat Mbah Moen Menjelang Wafat: Saya di Makkah sampai Tanggal 5

Isyarat Mbah Moen Menjelang Wafat: Saya di Makkah sampai Tanggal 5
Shodiqun saat sowan ke Mbah Moen (Foto: dok Shodiqun)
A
A
A

Ulama kharismatik sekaligus Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair yang akrab disapa Mbah Moen berpulang di Makkah, Selasa (6/8) dini hari.

 Mbah Moen

Ucapan bela sungkawa mengalir deras dari beragam kalangan, mulai dari presiden, pejabat, kiai, hingga masyarakat secara umum atas wafatnya Mbah Moen.

Terlebih orang-orang yang pernah berjumpa langsung dengan Mbah Moen pasti mereka merasa sedih. Seperti cerita Shodiqun, calon jemaah haji asal Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah.

Seperti dilansir NU Online, Shodiqun berkisah, pertemuannya dengan pengasuh Pesantren Al-Anwar, Karangmangu, Sarang Rembang tersebut bermula ketika ia diberi kabar kakaknya, Ahmad Dimyathi yang juga alumni Pesantren Al-Anwar bahwa Kiai Maimoen sekarang sedang melaksanakan ibadah haji.

Shodiqun diminta untuk sowan meminta didoakan oleh Mbah Moen ke hotel di mana beliau menginap. Diminta kakaknya ini, Shodiqun berencana sowan kepada Kiai Maimoen bersama Gus Alwi bin KH Muslih asal Duwok, Tegalrejo, Magelang.

Seharusnya mereka sowan selepas salat Jumat, 2 Agustus 2019. Namun, karena lalu lintas yang padat membuat Gus Alwi tidak bisa sampai ke maktab Kiai Maimoen. Shodiqun pun akhirnya sowan sendirian.

Merasa belum mendapatkan kesempatan, Gus Alwi hanya meminta tolong kepada Shodiqun untuk menanyakan sampai kapan Mbah Moen tinggal di Makkah. Maksud Gus Alwi, lain waktu sebelum Mbah Moen meninggalkan Makkah, ia akan sowan di penginapan Mbah Moen sendiri.

Setelah sampai di hotel, Shodiqun sudah mendapati beberapa tamu juga sedang sowan. Masing-masing mempunyai kesempatan untuk berbincang kepada Kiai Maimoen.

Tiba giliran Shodiqun, ia mencoba menyampaikan pesan Gus Alwi untuk menanyakan sampai kapan Kiai Maimoen akan tinggal di Makkah.

“Ngapunten, Mbah, mangkeh wonten mriki dugi kapan njih (maaf, Mbah, tinggal di sini akan sampai kapan, ya)?”

Mbah Maimoen dengan tegas menjawab, “Tekan tanggal limo (sampai tanggal lima).”

Shodiqun cukup janggal atas jawaban Kiai Maimoen Zubair ini. Ia berpikir, bagaimana mungkin beliau tinggal di Makkah sampai tanggal 5 sedangkan ritual ibadah haji, apabila dihitung menurut kalender hijriah maupun masehi yang hanya selisih sehari dan akan selesai pada tanggal belasan. Mengapa beliu malah meninggalkan Makkah pada tanggal 5?

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement