Penerbangan pertama maskapai asal Amerika Serikat mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Arab Saudi beberapa hari lalu. Penerbangan ini menjadi pertama kalinya sejak berhenti membawa jemaah haji pada tahun 1997.

Penerbangan dari Ohio, AS ini membawa 168 penumpang untuk melakukan ibadah haji setelah jeda selama 22 tahun.
Kedatangan jemaah haji asal AS ini disambut dengan sangat baik oleh Pemerintah Arab Saudi. Para jemaah haji disambut oleh beberapa pejabat dari administrasi Bandara Internasional Raja Abdul Aziz, Kementerian Haji dan Umrah, dan Konsulat AS.
Di ruang tunggu bandara, jemaah haji menerima bunga mawar sebagai keramahtamahan yang diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi.
Presiden Otoritas Umum untuk Penerbangan Sipil (GACA), Abdulhadi Al Mansouri mengatakan, otoritas akan menyediakan fasilitas yang diperlukan untuk kedatangan penerbangan Amerika.
“Ini akan berkontribusi untuk memotivasi maskapai penerbangan AS lain untuk memulai kembali penerbangan antara Arab Saudi dan AS,” katanya.
Dilansir dari situs Saudi Gazette (31/07/2019), penjaga dua mesjid suci Raja Salman, Putra Mahkota Muhammad bin Salman, wakil perdana menteri dan menteri pertahanan akan menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan untuk meningkatkan industri transportasi di Arab Saudi.
Pada tahun 2018, sekitar 2 juta umat Islam dari seluruh dunia melakukan perjalanan ke Arab Saudi untuk melakukan ibadah haji tahunan, salah satu dari lima rukun Islam. Tahun ini, ibadah haji dimulai pada 9 Agustus dan berakhir pada 14 Agustus.
Di bawah Visi 2030, Arab Saudi berharap dapat menarik lebih dari 30 juta jamaah umrah dengan layanan kelas atas.
(Dyah Ratna Meta Novia)