Share

Jaga Stamina, Jemaah Haji Diminta Minum Jangan Tunggu Haus

Rabu 07 Agustus 2019 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 07 614 2089045 jaga-stamina-jemaah-haji-diminta-minum-jangan-tunggu-haus-1tdAkK0yHl.jpg Cuaca Arafah yang sangat panas (Foto: Daily Star)

Cuaca di Makkah hampir selalu panas. Oleh karena itu para jemaah haji diminta agar memperhatikan kesehatan dan stamina mereka termasuk menjaga kondisi tubuh agar terus terhidrasi atau mendapatkan cukup air minum agar tak mengalami dehidrasi.

 Jamaah haji diminta sering minum

Tim Promotif dan Preventif Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Muhammad Dong mengingatkan para jemaah haji untuk terus menjaga stamina dan kesehatan jelang puncak ibadah haji yakni wukuf di Arafah yang akan dilaksanakan pada Sabtu 10 Agustus 2019.

Ia menegaskan, kesehatan menjadi faktor yang sangat penting dalam pelaksanaan ibadah wukuf. Menjaga kesehatan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Apalagi kondisi suhu Padang Arafah saat ini yang mencapai di atas 40 derajat Celcius. Masalah seperti ini harus diantisipasi oleh para jemaah haji agar bisa beribadah dengan lancar.

"Tidak mungkin ibadah akan maksimal jika tidak sehat," tegasnya saat memberi penyuluhan pada jemaah di Makkah beberapa waktu lalu.

Menyikapi kondisi ini pihaknya terus melakukan penyuluhan dan mengingatkan jemaah untuk melakukan tindakan antisipatif sebelum dan selama proses Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Di antaranya yang pertama adalah menghindari dehidrasi.

"Jemaah haji jangan sampai dehidrasi. Caranya minum air putih sesering mungkin. Bahkan harus minum, jangan menunggu sampai haus," terang Muhammad Dong.

Ia juga menyarankan, guna menghindari dehidrasi, jemaah sebaiknya minum oralit satu bungkus dilarutkan ke 600 ml air, setiap hari.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Seperti dilansir NU Online, menurut Muhammad Dong, orang yang terkena dehidrasi mudah untuk diserang penyakit dan penyakit yang diderita gampang kambuh.

Selama ini, kata Muhammad Dong, banyak kasus jemaah yang masuk klinik kami disebabkan karena dehidrasi. "Buktinya ketika diinfus satu sampai dua botol berangsur cepat sehat, makanya menjaga diri dengan banyak minum dibutuhkan."

Pakar Hidrasi dari Danone Global, Clementine Morine mengatakan, perilaku hidrasi sehat dengan cukup minum air minum yang sehat harus dioptimalkan untuk mengurangi risiko penyakit yang terjadi di masa depan. Penyakit akibat dehidrasi itu antara lain penyakit ringan, sedang, juga penyakit jangka pendek dan jangka panjang.

Air, terang Morine, merupakan komponen utama dalam tubuh manusia. Pada pria dewasa 55-60 persen, pada perempuan dewasa 50-60 persen dari berat tubuh. Karena perbedaan dalam komposisi tubuh, anak-anak memiliki persentase kandungan air tubuh yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa.

Tanpa air seluruh kegiatan manusia tidak mungkin dapat berlangsung, tidak ada satupun reaksi kimia dalam tubuh dapat berlangsung tanpa adanya air. Makanya tetap terhidrasi sangat penting bagi kesehatan.

"Air sebagai salah satu zat gizi makro esensial mempunyai fungsi dalam berbagai proses penting dalam tubuh yaitu sebagai pembentuk sel dan cairan tubuh, sebagai pengatur suhu tubuh, sebagai pelarut dalam proses pencernaan makanan, sebagai pelumas dan bantalan, sebagai media transportasi, dan sebagai media eliminasi sisa metabolism dalam tubuh," ujarnya.

Secara definisi, hidrasi sehat adalah kecukupan volume air dalam tubuh yang disesuaikan antara kebutuhan dan karakteristik cairan sehingga tidak menimbulkan gangguan kesehatan.

Hydration Science Director PT. Tirta Investama, Tria Rosemiarti menambahkan, kesadaran akan pentingnya kebiasaan minum air yang sehat harus terus didorong di masyarakat guna mencegah dehidrasi. Salah satunya adalah melalui program edukasi kepada tenaga kesehatan maupun ke masyarakat.

Selain minum yang cukup agar terhidrasi, jemaah haji harus mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) saat beraktivitas. APD tersebut terdiri dari payung putih untuk menolak panas dan menghindari heatstroke (panas), handuk yang dibasahi, kacamata hitam, masker, sprayer yang diisi air dan alas kaki. Jangan lupa membawa air putih saat beraktivitas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini