Seperti dilansir dari website Ponpes Lirboyo, pada dasarnya agama bersemi dari dalam hati penganutnya. Di sisi lain, hati adalah sumber emosi.
Berbeda halnya dengan pengetahuan yang lebih mengedepankan akal dan pikiran. Oleh karena itu seseorang dengan mudah mengubah pendapat ilmiahnya namun sangat sulit mengubah kepercayaannya.
Meskipun kekeliruan jelas terpampang nyata di hadapannya namun sulit manusia untuk menerimanya kalau sudah berkaitan dengan sebuah kepercayaan.
Di satu sisi, yang dihasilkan dari mencaci-maki adalah suatu keburukan. Caci maki hanya menimbulkan sifat antipati terhadap pelakunya.