Share

Gus Rozin Minta Pondok Pesantren Lebih Melek Digital

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 20:15 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 20 614 2094359 gus-rozin-minta-pondok-pesantren-lebih-melek-digital-8zdl76NDwJ.jpg Ponpes diminta lebih melek digital (Foto: India Today)

Sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia, pesantren harus mengembangkan potensi dan berbenah mengikuti kemajuan teknologi digital seperti saat ini. Apalagi anak-anak sudah sangat dekat dengan digital, khususnya media sosial.

Gus Rozin minta ponpes lebih melek digital

Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI-NU) KH Abdul Ghafarrozin (Gus Rozin) mengatakan, jika dilihat fase pesantren dari masa ke masa, memang sepatutnya pondok pesantren semakin mengembangkan diri, terutama di zaman yang sudah sangat bergantung pada digital.

"Pesantren juga agar dapat menyesuaikan kepada para santri, yang sebelum masuk pesantren tadinya sudah kenal dengan digital. Itu tantangan," katanya pada Okezone saat ditemui di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kramat, Jakarta Pusat, kemarin.

Jika dulu, terang Gus Rozin, memang seorang guru atau kiai adalah sumber ilmu pengetahuan (agama) satu-satunya. Tapi kini, pengetahuan bisa diambil dari mana saja atau bisa dikatakan tidak murni mendapatkan ilmu dari kiainya.

"Nah, kalau sekarang santri itu kan tidak murni mendapatkan sesuatu dari kiainya. Tapi dia (santri) mendapatkan sumber yang lain, terutama sumber-sumber digital. Terus kemudian dia komunikasi dengan kiainya lebih pada komunikasi diskusi yang sifatnya dialogis," ujarnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Menurutnya, teknologi digital adalah perkembangan paling terakhir. Untuk itu baiknya pesantren mengantisipasi terhadap perkembangan tersebut.

Dengan menggunakan digital, para santri pun akan semakin berkembang dalam ilmu pengetahuan.

Gus Rozin juga menambahkan, ada tiga hal yang perlu dipegang oleh entitas akademik Islam ini. Di antaranya:

1. Pesantren harus mandiri secara politik. Hal ini sebagai identitas pesantren untuk menentukan nasib politiknya ke depan, yaitu untuk menghindari pesantren jadi komoditas politik yang memiliki kepentingan pridadi.

2. Kemandirian tradisi keilmuan. Maksudnya adalah meminta falsafah ilmu atau sanad yang telah diwariskan tetap dijaga.

3. Kemandirian ekonomi. Menurut Gus Rozin, kemandirian ekonomi sebagai bekal yang juga tak kalah pentingya. Ini artinya setiap pesantren harus bisa memulai dengan membuat badan hukum.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini