Bantu Migran, Muslim Amerika Galang Dana Rp 1,7 Miliar Lebih

Syifa Rizki Fauziah, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 21 614 2094799 bantu-migran-muslim-amerika-galang-dana-rp-1-7-miliar-lebih-yuAlv8jeYH.jpg Muslim AS menggalang dana bagi migran (Foto: USA Today)

Umat Muslim di Amerika Serikat berinisiatif untuk menggalang dana dan telah mengumpulkan lebih dari US $125.000 (Rp 1,7 miliar) untuk menjamin imigran yang ditahan dipusat-pusat penahanan imigrasi.

 Migran sering ditangkap di AS

Kampanye yang dilakukan oleh CelebrateMercy dimulai pada tanggal 7 Agustus 2019, awalnya bertujuan untuk mengumpulkan dana sebesar US$10.000 (Rp 142 juta), tetapi tidak disangka justru melampaui apa yang diharapankan. Umat Muslim sangat membantu mereka.

Menurut CelebrateMercy setiap US$ 10.000 dapat membayar jaminan 1 keluarga. Dengan uang yang terkumpul hingga saat ini dapat membantu hingga 10 keluarga.

“Dengan menyatukankan kembali keluarga-keluarga yang terpisah, kami ingin melewati kesulitan ini dengan harapan dan saling memberi kasih sayang seperti yang diajarkan dalam agama Islam. Meskipun kampanye ini dilakukan oleh umat Muslim, kami berharap teman-teman dari semua agama ikut berkontribusi dalam membantu para imigran,” ujar Direktur CelebrateMercy Tarek El-Messidi.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Upaya ini didukung oleh dua imam terkemuka di Amerika yaitu Omar Suleiman dan Zaid Shakir yang mengatakan, migrasi terletak di jantung tradisi kenabian dalam agama-agama Ibrahim.

Menurut beberapa laporan lebih dari 50 ribu orang saat ini ditahan difasilitas imigrasi dan Bea Cukai, sementara 20 ribu orang berada dipusat-pusat pabean dan perlindungan perbatasan. Serta 11 ribu anak-anak berada dalam tahanan departemen kesehatan dan layanan kemanusiaan.

Seperti dilansir Anadolu beberapa waktu lalu, migran yang tidak berdokumen atau pencari suaka ditahan di fasilitas penahanan sampai mereka pergi ke pengadilan. Lalu pengadilan akan memutuskan apakah mereka bisa tinggal di negara tersebut, atau sampai mereka dapat membayar jaminan.

El-Messidi juga mengatakan, banyak Muslim di Amerika merasa khawatir dengan kebijakan dan retorika anti-imigran yang terang-terangan dari pemerintahan Trump.

Pemerintahan Presiden Donald Trump baru-baru ini menghadapi kritik pedas atas perlakuannya terhadap imigran AS di Bea Cukai dan perlindungan perbatasan di perbatasan AS-Meksiko.

Pada bulan Juli, pengawas independen Departemen Keamanan Dalam Negeri melaporkan kondisi menyedihkan dan tidak bersih di fasilitas penampungan imigran.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya