Seorang Profesor di American University of Sharjah, Dr Nuha Al-Sha'ar mengatakan, ada banyak literatur tentang perjalanan haji saat ini.
"Banyak yang mendokumentasikan perjalanan haji mereka. Oleh karena itu kami memiliki genre literatur perjalanan yang disebut‘ Al-Rihla Al-Hijaziyya ’- perjalanan ke Hijjaz untuk melakukan ziarah. Kami juga memiliki banyak akun perjalanan haji. Perjalanan Ibnu Battuta yang terkenal adalah yang pertama kali mendokumentasikan perjalanan ibadah haji di zaman modern," kata Dr Nuha.
Seperti dilansir About Islam, pada abad ke-14, seorang teolog dan penulis spiritual Ibnu Qayyim Al-Jawziyya meluncurkan sebuah tulisan berupa puisi yang berjudul The Journey of Love. Tulisan ini membahas perjalanan spiritual haji dan tantangan fisik yang dihadapi jamaah haji.
Puisi itu menggambarkan perjalanan Ibnu Qayyim Al-Jawziyya, Kakbah, Arafah, Muzdalifah, Mina, Tawaf, juga teman-teman jamaah hajinya. "Anda melihat mereka, rambutnya berdebu dan acak-acakan," tulisnya.
"Namun mereka tidak pernah lebih puas daripada hari itu. Mereka tidak pernah merasa lebih bahagia, rela meninggalkan tanah air dan keluarga karena kerinduan suci. Mereka tidak tergerak untuk kembali. Melalui dataran dan lembah, dari dekat dan jauh. Berjalan dan berkuda hanya untuk untuk kepada Allah," tulis Ibnu Qayyim Al-Jawziyya.
Ibadah haji merupakan salah satu ibadah paling penting bagi seorang Muslim. Ternyata perjalanan spiritual satu ini jiga menarik para penulis dari tempat lainnya seperti Eropa hingga Amerika Utara.
(Dyah Ratna Meta Novia)