Habib Kuncung yang makamnya berada di kawasan Rawajati, Kalibata, Jakarta Selatan, semasa hidupnya tak lepas dari kisah-kisah tak masuk akal. Karomah ulama bernama lengkap Habib Ahmad bin Alwi al-Haddad itu sudah masyhur di masyarakat.

Habib Kuncung lahir Rabu, 12 Desember 1858 di Kota Ghurfah, Tarim, Hadhramaut. la mendapat pendidikan awal dari ayahnya. Guru-gurunya antara lain Habib Ali bin Husain al-Hadar, Habib Abdur Rahman bin Abdullah al-Habsyi, dan Habib Abdulllah bin Muhsin al-Athas (Habib Karamah Empang, Bogor).
Guru Habib Abdullah bin Muhsin al-Attas memanggilnya 'Habib Kuncung' karena ia selalu memakai kopiah kuncung. Semasa hidupnya, Habib Kucung sangat menghargai guru-gurunya.
Mengutip buku Para Habib Terkemuka Indonesia, (26/08/19), salah satu karomah Habib Kuncung adalah saat dia hendak naik kereta api ke Bogor namun dilarang oleh salah satu petugas.
Kala itu Indonesia masih dijajah oleh Belanda. Seorang petugas melarangnya untuk naik kereta dengan alasan karena pakaian yang dikenakan Habib Kuncung tidak bagus selayaknya orang yang mau naik kereta api pada zaman Hindia-Belanda.
Namun ketika kereta mau diberangkatkan mesinnya tidak mau menyala alias mogok tanpa ada sebab yang jelas. Sampai diturunkan montir untuk mengecek kondisi mesin kereta api yang ternyata masih bagus.
Pihak stasiun heran dan bingung sampai ada seorang petugas kereta api yang mengetahui keberadaan Habib Kuncung yang merupakan salah satu habib yang mempunyai nasab langsung ke Nabi Muhammad SAW. Lalu petugas meminta maaf dan menyuruhnya untuk naik ke atas kereta, anehnya kereta langsung pun bisa berjalan.
Salah satu karomah lainnya yaitu ketika para ulama berkumpul di Kwitang. Mereka ingin melakukan perjalanan ke Cirebon memenuhi sebuah undangan. Saat itu Habib Kuncung terlupakan hingga tidak ikut rombongan ke stasiun.
Para ulama berangkat pada pukul 07.30 WIB. Sesampainya di Stasiun Cirebon, ternyata para ulama menemukan Habib Kuncung sudah di sana. Ketika ditanya, beliau mengaku sudah berada di stasiun itu sejak pukul 07.30 WIB.
Rupanya ketika rombongan ulama berangkat ke stasiun, naik kereta menuju Cirebon, Habib Kuncung juga berangkat ke Cirebon tapi dengan caranya sendiri.
Karomahnya yang lain, setiap kali Habib Kuncung memakai jasa tukang delman, maka kusir delman itu pasti pulang lebih awal karena setoran jadi makin banyak, pertanda rezeki lancar!
Kusirnya juga pulang dengan uang yang lebih dari biasanya. Makanya banyak sekali tukang delman yang berharap agar delmannya dinaiki Habib Kuncung.
(Dyah Ratna Meta Novia)