Hijrah merupakan suatu usaha perpindahan dari kebiasaan-kebiasaan sebelumnya menjadi pribadi yang lebih taat beragama dan mendedikasikan hidup dan matinya hanya untuk Allah SWT. Banyak kalangan artis maupun orang awam yang memutuskan hijrah.

Sejatinya memutuskan hijrah banyak dilakukan oleh generasi milenial yang berlomba-lomba memperbaiki diri demi mengharap ridha-Nya. Lalu apa sajakah yang perlu dilakukan saat hijrah?
Saat kaum muda berhijrah biasanya mereka memperdalam ilmu agama mereka yang biasanya ditemukan dalam kajian-kajian. Mulai dari berpakaian yang menutup aurat, hijab yang panjang menutupi bagian dada. Bahkan ada juga yang memakai niqab atau yang lebih dikenal dengan istilah cadar.
Beberapa dari mereka yang berhijrah, terutama mereka yang sedang membiasakan diri untuk memakai cadar, biasanya mereka juga tidak menggunakan wajah mereka dalam foto profil di media sosial ataupun menghapus seluruh foto yang pernah di-upload-nya pada masa lalu.
Lalu perlukah menghapus foto di media sosial saat hijrah?
Dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Wanita itu aurat, dan sesungguhnya bila ia keluar maka syaithan akan menghiasinya."
(Hadist riwayat At-Thabrani dalam Al - Awsaath No. 3036 - Sanadya Shahih)
Beberapa narasumber Okezone memang ada yang memutuskan menghapus foto-fotonya di media sosial saat hijrah. Terdapat berbagai macam alasan mereka menghapus fotonya.
Ada yang bertujuan karena ingin menghapus masa lalu, ada juga yang ingin membatasi komunikasi dengan teman-teman lama. Ada juga yang ingin membatasi dirinya dari media sosial karena ingin fokus memperdalam ilmu agamanya.
"Sebenernya yang bagus sih kalo udah hijrah itu ya tetep menjalin hubungan dengan teman lama karena kan islam itu nggak ngajarin untuk memutuskan tali persaudaraan," kata Elsya, salah satu perempuan yang sedang hijrah.
Ustad Fauzan Amin mengatakan, perempuan itu auratnya kecuali muka dan telapak tangan. Jadi kalau perempuan muslim ingin memasang foto profilnya sebenarnya boleh saja karena wajah bukan termasuk aurat.
"Namun kalau memang muslimah tersebut ingin menjauhi mudharatnya, ya nggak apa-apa juga mereka mau hapus foto-fotonya di media sosial," terang Ustadz Fauzan.
(Dyah Ratna Meta Novia)