Demikian Gus Baha bercerita kisah Nabi Musa dan santrinya. Beliau menceritakan dengan santai sebagai santapan rohani.
Agama dalam penyajian Gus Baha itu ringan. Bahkan penuh rasa gembira dan gelak tawa. Meski terasa ringan dan gembira namun terkandung hikmah yang lebih dalam.
(Dyah Ratna Meta Novia)