Share

Ini Cara Gus Baha Ajak Umat Muslim Beragama dengan Gembira

Senin 09 September 2019 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 09 614 2102418 ini-cara-gus-baha-ajak-umat-muslim-beragama-dengan-gembira-RK1fR3DCPv.jpg Gus Baha saat ceramah (Foto: Nu Online)

KH Bahauddin bin Kiai Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha mengajak agar umat muslim beragama dengan gembira. Menurutnya beragama tak perlu kaku apalagi sok paling bener.

 Para santri Nabi Musa

Gus Baha mengatakan, nabi dan umat muslim terdahulu itu penuh guyon. Mereka tidak kaku, apalagi pethenthengan. “Hubungan Khalik dan makhluk itu mesra. Apalagi antar makhluk, antar manusia, nabi, sahabat, santri bersama gurunya, wali bersama muridnya, semua harus mesra," katanya beberapa waktu lalu.

Seperti dilansir Muslim Moderat, Gus Baha menceritakan saat Nabi Musa mengajak 70 santrinya naik gunung, beliau mendapat perintah dari Allah SWT untuk bersiap-siap menerima wahyu yakni Taurat.

Ketika di atas gunung, Nabi Musa menyendiri lalu setelah beberapa lama beliau mengajak santrinya turun.

“Yuk, sudah dapat wahyunya. Kita turun sekarang,” kurang lebih begitu Nabi Musa mengajak para santrinya, yang 70 orang itu.

Tapi para santri Nabi Musa protes. “Tidak bisa begitu wahai Nabi. Kita juga harus sama dong, kami ingin menyaksikan Allah dengan mata kepala sendiri, sama seperti Anda, wahai Nabi.”

Lalu Allah memerintahkan petir menyambar dan mati semua santri Nabi Musa. Nabi Musa sangat terkejut menyaksikan hal itu.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Namun beliau lalu berkata kepada Allah. “Jangan begitu Allah, aku kan butuh saksi yang menyaksikan bahwa aku benar-benar menerima wahyu dari-Mu. Kalau mati semua maka tak ada saksi? Sekalian saja aku Kau matikan. Hidupkanlah mereka lagi Ya Allah,” ujar Nabi Musa memohon.

Lalu para santri Nabi Musa dihidupkan kembali. Mereka menjadi saksi bagi wahyu Nabi Musa.

Demikian Gus Baha bercerita kisah Nabi Musa dan santrinya. Beliau menceritakan dengan santai sebagai santapan rohani.

Agama dalam penyajian Gus Baha itu ringan. Bahkan penuh rasa gembira dan gelak tawa. Meski terasa ringan dan gembira namun terkandung hikmah yang lebih dalam.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini