Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketika Gus Dur Ngaku Tak Kenal BJ Habibie, Bercanda Atau Tidak?

Abu Sahma Pane , Jurnalis-Selasa, 17 September 2019 |08:02 WIB
Ketika Gus Dur Ngaku Tak Kenal BJ Habibie, Bercanda Atau Tidak?
Gus Dur. Foto: Reuters
A
A
A

PRESIDEN ke-3 RI BJ Habibie dan Presiden ke-4 RI K. H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sama-sama dikenal sebagai figur berpengaruh di dunia Islam. Namun Gus Dur pernah mengaku tidak mengenal BJ Habibie. Lalu apakah Gus Dur bercanda mengungkapkan hal itu?

Gus Dur memang dikenal sebagai figur yang suka bercanda. Namun ucapannya yang tidak mengenal Habibie serius adanya, namun maknanya bukan berarti tidak mengenal fisik Habibie. Apalagi Gus Dur sebagai Presiden melanjutkan tongkat estafet dari BJ Habibie.

BJ Habibie sendiri baru meninggal pada Rabu, 11 September 2019 pukul 18.00 WIB di Rumah Sakit Pusat Angakatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Ia dimakamkan di samping tambatan hatinya Hasri Ainun Besari di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

Selain sebagai seorang insinyur dan penemu sejumlah komponen aerodinamika pesawat terbang ini, BJ Habibie juga dikenal sebagai Muslim yang taat. Saat meletakkan jabatan Presiden RI dan menyerahkannya kepada BJ Habibie pada 1998, Soeharto dengan jelas menyebut pria kelahiran Parepare, 25 Juni 1936 ini sebagai 'orang shaleh'.

Kecerdasan BJ Habibie mendapat kesan yang baik dari Soeharto. Dia mendapat amanat untuk memikul jabatan Menteri Riset dan Teknologi pada era Orde Baru selama kurun waktu hampir 20 tahun. Predikat 'orang shaleh' juga membawa dirinya dipercaya Soeharto untuk memimpin Ikatan Cedekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang dibentuk pada 7 Desember 1990 di Universitas Brawijaya Malang melalui Simposium Cendekiawan Muslim Cendekiawan Muslim.

Menurut Greg Barton dalam The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid (2003), salah satu tujuan Soeharto mendirikan ICMI adalah memisahkan kaum modernis dari kaum tradisionalis. Dengan demikian mereka tidak bisa bekerjasama untuk melawannya. Hal ini terbukti ketika pada awal tahun 1990-an, Amien Rais, orang yang memang biasa bersuara lantang belum lagi bersikap kritis terhadap Soeharto. Posisinya di Dewan Ahli ICMI sedikit banyak membuatnya bungkam.

Terbentuknya ICMI dengan ketua pertamanya, BJ Habibie tidak hanya dipandang Gus Dur sebagai langkah politis Soeharto dalam melokalisir tokoh-tokoh cendekiawan di bawah kendalinya, tetapi juga dilihat sebagai pembonsaian peran cendekiawan bagi kepentingan bangsa Indonesia secara luas. Gus Dur berharap ICMI sebagai sebuah wadah mencapai kesuksesan, namun ia dengan tegas menyatakan bahwa tempat dirinya bukan di situ (ICMI).

Saat itulah Gus Dur menanggapi terpilihnya seorang BJ Habibie sebagai Ketua ICMI pertama. Dalam Majalah AULA Nahdlatul Ulama edisi Januari 1991 halaman 28, Gus Dur mengenal BJ Habibie dan hormat kepadanya karena dia seorang pembantu presiden (Menrsitek). Gus Dur juga mendengar bahwa Habibie seorang perancang pesawat. Labih dari itu, dia dengan jelas mengatakan bahwa dirinya tidak mengenal Habibie.

"Saya tidak mengenal Habibie. Namun, saya hormat karena dia pembantu presiden, saya dengar dia perancang pesawat dan dihormati di luar negeri. Saya turut bangga. Saya cuma berdoa supaya wadah itu (ICMI) sukses. Ketuanya Habibie atau bukan, yang penting sukses. Tapi tempat saya ndak di situ...," ucap Gus Dur kala itu seperti dikutip dari NU Online pada Selasa (17/9/2019)..

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement