nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah di Balik Ayat Suci Alquran yang Dikutip Vladimir Putin

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 20 September 2019 00:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 20 614 2107080 kisah-di-balik-ayat-suci-alquran-yang-dikutip-vladimir-putin-8iuKVqUEv5.jpg Putin mengutip ayat Alquran

Presiden Rusia Vladimir Putin mengutip ayat Alquran dalam pidato kenegaraannya. Dia menyampaikan hal tersebut sebagai upaya untuk menghentikan perang saudara di Yaman yang masih berkecamuk hingga saat ini.

 Membaca Alquran menenangkan hati

Vladimir Putin mengutip Alquran, Surat Ali Imran ayat 103 yang berbunyi:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Artinya, "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk."

Sebetulnya, arti yang disampaikan tidak selengkap itu. Vladimir hanya menyatakan, "Dan ingatlah akan nikmat Allah kepada kalian ketika kalian dahulu bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hati kalian, lalu jadilah kalian, karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara," kata Putin seperti dilansir Russia Today (RT), Selasa (17/9/2019).

Pidato yang mengutip Alquran tersebut ia sampaikan di Ankara, Turki, saat bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Iran Hassan Rouhani.

Tidak hanya menyampaikan Ali Imran ayat 103, Vladimir putin juga diketahui merefleksikan ajaran Alquran lainnya, bahwa kekerasan hanya sah untuk membela diri.

Sementara itu, Okezone bertanya pada Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadis Indonesia Ustadz Fauzan Amin mengenai apa yang dilakukan Vladimir Putin. Menurut Ustadz Fauzan Amin, ketika non muslim menggunakan Alquran sebagai pedoman hidup, itu bukan sesuatu yang dapat dikatakan mencederai agama tertentu.

Dia menjelaskan, dalam memahami Alquran perlu dirinci ke dalam dua aspek, Alquran sebagai 'kalamullah' dan Alquran sebagai 'kitabullah'.

Alquran sebagai 'kalamullah' adalah petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa saja, tidak termasuk non muslim. Sedangkan Alquran sebagai 'kitabullah' adalah هداللناس yaitu petunjuk bagi umat manusia tidak hanya untuk orang takwa dan beriman, tapi untuk seluruh umat manusia termasuk non muslim.

"Jadi ketika kita menghadapi persoalan tentang bagaimana hukum non muslim menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup mereka, ya, sah-sah saja," terang Ustadz Fauzan pada Okezone melalui pesan singkat, Kamis (19/9/2019).

Menurut Ustadz Fauzan, Vladimir Putin mengutip ayat Alquran untuk menghentikan perang saudara di Yaman, itu tidak masalah. "Itu dapat diartikan serupa dengan Pancasila sila ke-3, 'Persatuan Indonesia.' Tidak perlu ada perpecahan antar umat."

"Jadi dengan demikian tidak ada alasan untuk bercerai-berai hanya karena beda suku apalagi agama," ujarnya.

Sejarah di balik Alquran Surat Ali Imran Ayat 103

Di balik dari penggunaan ayat Ali Imran ayat 103 di pidato kenegaraan Vladimir Putin, rupayanya ayat tersebut memiliki sejarah di baliknya.

Sebagaimana disebutkan dalam Tafsir Al-Baidhawi, pada zaman jahiliyah sebelum Islam, ada dua suku yaitu Suku Aus dan Khazraj yang selalu bermusuhan selama 120 tahun. Permusuhan kedua suku ini berakhir setelah Nabi Muhammad SAW berdakwah kepada mereka.

Pada akhirnya Suku Aus yaitu kaum Anshar dan Suku Khazraj hidup berdampingan dengan damai. Sampai suatu saat Syas Ibn Qais, seorang Yahudi melihat Suku Aus dan Khazraj duduk berdampingan sehingga Qais merasa iri dengan perdamaian mereka.

Melihat hal itu, dia menyuruh pemuda Yahudi duduk bersama Suku Aus dan Khazraj untuk menyinggung perang 'Bu'ast' yang pernah terjadi di antara mereka lalu masing-masing suku terpancing dan saling caci maki.

Rasulullah SAW menasihati mereka. "Apakah kalian termakan fitnah jahiliyah, bukankah Allah telah mengangkat derajat kamu semua dengan agama Islam dan menghilangkan dari kalian semua yang berkaitan dengan Jahiliyah?"

Setelah mendengar nasihat Nabi SAW, mereka sadar dan saling berpelukan. Peristiwa ini mengingatkan kita untuk tidak terpecah belah, terutama sesama muslim.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini