Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasang Tanda Sediakan Daging Tak Halal, Toko Ini Kena Sanksi

Syifa Hanifah Firdiani , Jurnalis-Jum'at, 20 September 2019 |16:43 WIB
Pasang Tanda Sediakan Daging Tak Halal, Toko Ini Kena Sanksi
Toko Valley Butchers menuliskan tanda yang menyinggung (Foto: Facebook)
A
A
A

Toko daging lokal di Australia memasang tanda stiker dengan tulisan menyediakan 'daging bersertifikat tak halal' di depan jendela kacanya. Toko daging itu berada di Kota Adelaide, Australia.

 Daging tak halal

Umat Islam protes sebab toko Valley Butchers itu telah mengejek Islam dengan stiker yang bertuliskan menyediakan 'daging bersertifikat tak halal.' Apalagi mereka juga memasang stiker gambar kanguru dan emu yang merupakan binatang asli Australia.

“Itu sama saja seperti menghina muslim. Ini jelas-jelas disengaja," ujar seorang warga yang mengeluhkan hal tersebut.

Bercanda semacam itu bisa memojokkan penganut agama minoritas tertentu. Sikap ini merupakan bentuk rasisme dan bisa menimbulkan kebencian terhadap muslim.

Namun pemilik toko Valley Butchers mengatakan, pemasangan stiker tersebut bermaksud untuk memberikan jawaban atas pertanyaan yang sering diajukan oleh pelanggan. Mereka sering bertanya apakah daging yang dijualnya itu halal?

"Kami memasang tanda hanya untuk memberitahu ke publik kalau daging kami tak bersertifikat halal sehingga tak perlu ada yang bertanya lagi. Tanda yang kami pasang tak bermaksud buruk," ujar pemilik toko Valley Butchers.

Sementara itu Dewan Standar Periklanan lokal mengatakan, seharusnya toko itu menuliskan tanda 'Tidak halal' atau 'Sayangnya tak halal' bukan malah menuliskan 'daging bersertifikat tak halal.' Tulisan 'Tidak halal' dirasa lebih sopan dan tidak menyudutkan kelompok agama tertentu.

Dewan Standar Periklanan akhirnya memutuskan, kalau tanda di toko valley Butchers tersebut merupakan ejekan sertifikasi halal dan menyinggung muslim.

Tanda yang dipasang di toko itu memberi kesan, kalau muslim tidak diterima di toko tersebut. Dewan Standar Periklanan juga menemukan bahwa tanda itu sama dengan menghasut kebencian atau penghinaan terhadap muslim.

Akhirnya toko Valley Butchers mengedit tulisan tanda tak halalnya. Namun mereka tetap memasang gambar kanguru dan emu.

Meski mengedit tulisan di tanda daging tak halal, pemilik toko Valley Bucthers menolak menghilangkan gambar kanguru dan emu. Mereka masih menunggu panggilan pengadilan lagi.

Dilansir Daily Mail Australia beberapa hari lalu, toko tersebut menghadapi denda $ 20,000 atau sekira Rp 281,5 juta jika tidak mematuhi perintah untuk menghilangkan stiker gambar kanguru dan emu. Sebab gambar hewan itu merupakan simbol Australia.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement