Pembina Internal Dakwah Islam, Ustadzah Maudy Ritra, mengisahkan soal perempuan dalam Alquran. Ia menceritakan kemuliaan Asiyah binti Muzahim, istri Raja Firaun sekaligus ibu angkat Nabi Musa AS dan Maryam binti Imran ibunda Nabi Isa AS.

Dikisahkan dalam Alquran, terang Ustadzah Maudy, Asiyah adalah istri Raja Firaun di Mesir. Ia memiliki iman yang kuat kepada Allah.
Namun suaminya adalah seorang raja yang segala perintahnya harus dituruti. Bahkan Raja Firaun sendiri mengakui dirinya sebagai Tuhan yang harus disembah.
Keimanan yang dimiliki Asiyah kepada Allah sangatlah besar. Meski jadi istrinya, ia tak mengakui Firaun sebagai tuhan. Hal ini membuat Raja Firaun murka dan menyiksa Asiyah sedemikian berat agar mau menuruti Firaun untuk mengakuinya sebagai Tuhan dan mengubah keimanannya kepada Allah.
Firaun dikenal sangat kejam. Ia tidak segan segan memberikan hukuman bagi yang tidak mau menuruti perintahnya untuk beriman kepadanya.
Namun, Asiyah tetap teguh dan tidak goyah pada keimanannya terhadap Allah meskipun diberi siksaan yang berat dari Firaun. Asiyah dalam keadaannya yang sedang disiksa suaminya masih bisa tersenyum. Firaun lalu heran mengapa ia malah tersenyum ketika disiksa.
Rupanya saat itu Allah telah memperlihatkan kepada Asiyah bahwa Allah telah mempersiapkan tempat yang sangat indah bagi dirinya di surga nanti. Allah memperkihatkan telah membangun rumah yang sangat indah di sisi-Nya di surga untuk Asiyah kelak.
"Jika kalian mengaku beriman, lihatlah kisah Asiyah," ujar Ustadzah Maudy saat diwawancara Okezone.
Keteguhan Iman yang dimiliki Asiyah sangat besar hingga akhir hayatnya. Meskipun disiksa oleh Firaun sampai menghembuskan napas terakhirnya, Allah menjanjikan surga baginya saat ia masih berada di dunia. Asiyah merupakan contoh bahwa Allah menepati janjinya kepada orang beriman.