Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Turtuk, Desa Islam yang Terpisah dari Negaranya

Abu Sahma Pane , Jurnalis-Kamis, 03 Oktober 2019 |08:11 WIB
Kisah Turtuk, Desa Islam yang Terpisah dari Negaranya
Desa Turtuk. Foto: Dave Stomboulis/BBC
A
A
A

PERANG selalu menyisakan banyak cerita abadi, salah satunya mengisahkan terpisahnya Desa Islam dari Pakistan. Desa tersebut bernama Turtuk, terletak di perbatasan India dan Pakistan.

Konflik antara kedua negara berlangsung lama, dan hingga pada 1971 Desa Islam Turtuk yang berada di perbatasan direbut oleh India dari Pakistan. India pun tidak pernah mengembalikan desa ini karena khawatir akan keamanan perbatasan.

Penduduk yang sedang keluar mengunjungi teman atau bekerja di tempat lain pada suatu hari pada 1971 itu, tidak pernah dapat kembali. Selama bertahun-tahun, India menyegel daerah tersebut dan mempertahankan kontrol yang ketat.

Namun kini, dilansir dari BBC pada Kamis (3/10/2019), daerah perbatasan tersebut sudah lebih tenang, dan pada 2010 Turtuk dibuka untuk pariwisata. Akhirnya orang luar bisa datang melihat indahnya desa dan cara hidup warganya yang unik

Turtuk sangat sulit untuk dicapai, terletak di ujung Lembah Nubra Ladakh, nun jauh di India Utara, dikepung oleh Sungai Shyok dan puncak-puncak tinggi Pegunungan Karakoram.

Hanya ada satu jalan masuk dan keluar lembah yang dikelilingi bukit batu itu: jalur bergelombang yang melintasi lintasan tinggi menuju Leh.

Namun yang lebih menarik daripada pemandangannya adalah sejarah Turtuk yang agak rumit, sebagai desa yang kehilangan negaranya.

Foto: Dave Stomboulis/BBC

Pada umumnya, warga lembah Ladakh adalah Ladakhi Tibet yang beragama Buddha. Namun Turtuk dihuni kelompok etnis Baltis, keturunan Tibet yang sebagian besar tinggal di wilayah Skardu, Pakistan.

Penduduk Turtuk adalah Muslim Noorbakshia, sekte Sufi Islam yang berbicara menggunakan bahasa Balti dan mengenakan shalwar kameez. Dibanding India, muslim Turtuk lebih mempunyai kesamaan dengan saudara mereka di Baltistan, di perbatasan Pakistan, 6 km di ujung jalan.

Faktanya, Turtuk memang bagian dari Pakistan hingga 1971. Saat itu tentara India menduduki desa Islam tersebut, ketika perang perbatasan terjadi di sepanjang Garis Kontrol, garis sengketa yang melintasi beberapa gunung tertinggi dan bentang alam paling keras di planet ini.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement