Kemenag Gelar Pentas Pendidikan Agama Islam Ke-9 di Sulsel

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Kamis 10 Oktober 2019 11:16 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 10 614 2115100 kemenag-gelar-pentas-pendidikan-agama-islam-ke-9-di-sulsel-WAIIdQZXuC.jpg Proses Administrasi Pentas Pendidikan Agama Islam. Foto dok.Kemenag

GELARAN Pekan Keterampilan dan Seni (Pentas) Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat nasional sudah memasuki tahun ke-9. Kali ini Kementerian Agama (Kemenag) menggelarnya di Provinsi Sulawesi Selatan pada 9 - 14 Oktober 2019.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Direktorat PAI Kemenag, Nasri, mengatakan acara tahun ini berbeda dengan Pentas PAI sebelumnya. Sebab pada perhelatan 2019 pihaknya memanfaatkan teknologi informasi (TIK).

“Pentas PAI ke IX tahun 2019 ini merupakan tahun pertama kita menggunakan sistem daring (dalam jaringan), mulai dari pendaftaran peserta beberapa waktu lalu sebelum pelaksanaan kegiatan hingga pada registrasi ulang hari ini ketika akan pelaksanaan lomba,” ujarnya saat memantau penerimaan kontingen di Asrama Haji Sudiang Makassar beberapa waktu lalu, sebagaimana dilansir dari situs Kemenag pada Kamis (10/10/2019).

Nasri berharap penggunaan sistem daring akan memberikan kemudahan bagi peserta dan panitia, selain juga mengurangi penggunaan kertas (paperless) dalam proses administrasi. “Ini juga lebih flexible karena bisa diakses kapan saja dan di mana saja secara mobile. Apalagi, aplikasi Pentas PAI 2019 bisa diunduh di smartphone melalui playstore,” terangnya.

Peserta Pentas PAI. dok.Kemenag

Tim TIK Pentas PAI Akbar menambahkan, penggunaan aplikasi pada kegiatan Pentas PAI ini sangat membantu karena memudahkan pendataan peserta dan pendamping. Sebab, sebelum pelaksanaan, semua peserta diminta entry data secara lengkap dan benar, termasuk jika ada perubahan data dapat langsung melakukan edit data. Dengan demikian, saat pelaksanaan, tinggal melakukan verifikasi, pencocokan data dari masing-masing peserta.

Menurutnya, proses registrasi peserta secara daring tidak lama, sehingga tidak ada antrean panjang. Kalau ada peserta atau pendamping yang sebelumnya sudah didaftarkan, akan tetapi pada hari pelaksanaan lomba tidak dapat hadir dan digantikan, maka secara otomatis operator masing-masing peserta juga melakukan perubahan data. Jadi dapat dipastikan pada saat pendaftaran ulang, datanya sudah data pasti.

“Sistem online ini juga digunakan sampai pada saat penilaian lomba. Penilaian akan direkap melalui aplikasi sehingga semuanya terdata dengan baik,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini