nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menkopolhukam Wiranto Ditusuk, Ini Sikap Resmi PBNU

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 10 Oktober 2019 16:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 10 614 2115294 menkopolhukam-wiranto-ditusuk-ini-sikap-resmi-pbnu-AS8eQBOk5a.jpg Foto: Istimewa

MENTERI Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto ditusuk di sela-sela kunjungan kerjanya di Pandeglang, Banten, pada Kamis (10/10/2019) sekira pukul 11.30 WIB. Ia pun dilarikan ke rumah sakit guna mendapat pertolongan.

Peristiwa ini kemudian mendapat perhatian khusus dari Ketua PBNU Bidang Hukum HAM dan Perundang-undangan, Robikin Emhas. Kepada Okezone, ia menjelaskan sikap PBNU, yakni menyatakan penusukan Wiranto sebagai tindakan tidak beradab.

“Tidak beradab. Apa pun motif dan alasannya, penyerangan terhadap Pak Wiranto tidak bisa dibenarkan,” ujarnya.

Foto: Istimewa

Robikin juga mengatakan bahwa sebagai Menkopolhukam, Wiranto adalah simbol negara. Oleh karena itu ia menilai penyerangan ini tergolong penyerangan terhadap negara.

“Toh semua tahu, Pak Wiranto selaku Menkopolhukam RI merupakan pengemban amanah di bidang keamanan negara. Sehingga yang diserang adalah simbol negara. Itu artinya yang diserang hakikatnya adalah keamanan negara, keamanan masyarakat,” ucapnya.

Terduga pelaku penusukan Wiranto. Foto: Istimewa

Robikin juga meminta agar peristiwa penusukan Wiranto tidak dikaitkan dengan agama apa pun, sebab tida ada agama yang mengajarkan kekerasan.

“Segala macam tindakan kekerasan bukan merupakan ajaran. Oleh karena itu jangan ada yang mengaitkan dengan agama. Jangan ada yang mengaitkan dengan Islam. Karena Islam adalah agama damai, rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil alamin),” tuturnya.

“Islam mengutuk segala bentuk kekerasan. Bahkan tidak ada satu pun agama di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam mencapai tujuan. Untuk itu saya mendukung penuh upaya dan langkah-langkah aparat keamanan untuk mengusut cepat dan tuntas motif, pola, serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut,” tambah Robikin.

Selanjutnya ia meminta semua pihak mengambil pelajaran dari peristiwa penusukan Wiranto ini.

“Mari kita mengambil pelajaran berharga dari peristiwa ini. Hati-hati mencari referensi, mengambil guru. Jangan berguru pada media sosial dan kelompok eksklusif. Cari lembaga pendidikan yang sudah terbukti mengajarkan nilai-nilai agama yang moderat dan toleran. Di sana banyak ulama dan kiai. Jangan memilih guru hanya dengan melihat berapa banyak follower akun media sosialnya,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini