nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Ahli Ibadah Pahalanya Dihapus oleh Allah, Pantas Dijadikan Pelajaran!

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 18 Oktober 2019 19:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 18 614 2118807 kisah-ahli-ibadah-pahalanya-dihapus-oleh-allah-pantas-dijadikan-pelajaran-fXPtKJkaPb.jpg Ilustrasi pria banyak beribadah (Foto: Istockphoto)

Banyak kisah terdahulu yang bisa kita jadikan pelajaran hidup. Salah satunya kisah ahli ibadah yang pahalanya dihapus oleh Allah SWT.

Penulis kitab Fathul Muin, Syeikh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari menceritakan kisah ahli ibadah yang bertemu dengan ahli maksiat pada zaman Nabi terdahulu. Simak ya kisahnya!

 Ilustrasi majelis di masjid

Suatu ketika ada seorang ahli maksiat yang sangat durhaka. Ia juga tidak pernah beribadah selama hidupnya.

Lalu tiba-tiba hidayah Allah datang kepada dirinya. Si ahli maksiat merasa berdosa dan ingin bertaubat. Ia sadar bahwa dirinya telah berdosa.

Kemudian, ia pun mendatangi sebuah majelis dan ingin belajar di tempat tersebut. Di dalam majelis ini ada seorang ahli ibadah. Ia sangat rajin beribadah seperti salat, puasa, mengaji, dan amalan-amalan saleh lainnya.

Namun, ketika si ahli maksiat yang sudah bertaubat itu masuk ke dalam majelis, si ahli ibadah ini malah merasa tidak suka.

Si ahli ibadah merasa si ahli maksiat tak pantas di majelisnya. Terdapat kesombongan di dalam hatinya karena merasa banyak beribadah dan menjadi orang baik.

Seperti dilansir Muslim Moderat, bahkan si ahli maksiat itu akhirnya diusir oleh si ahli ibadah. Dengan perasaan yang sedih, akhirnya ahli maksiat ini pergi meninggalkan majelis. Kemudian, tak lama setelah kejadian tersebut Malaikat Jibril turun dan menyampaikan wahyu dari Allah SWT kepada Nabi.

"Wahai Nabiyullah, sesungguhnya Allah telah mengampuni si ahli maksiat, sekaligus menghapus segala amal si alim. Ketahuilah, bahwa Allah lebih dekat kepada ahli maksiat yang rendah diri. Dibandingkan kepada orang alim yang sombong," kata Malaikat Jibril kepada Nabi.

Kisah ahli ibadah ini hendaknya jadi renungan dan pelajaran kita semua. Jangan sampai dengan beribadah kita merasa lebih baik dan lebih beriman daripada orang lain sebab itu adalah sifat riya dan sombong.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini