nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Sunah Rasul, Tak Ada Air Bisa Pakai Debu

Fadhilah Annisa, Jurnalis · Sabtu 26 Oktober 2019 00:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 26 616 2121945 tata-cara-mandi-wajib-sesuai-sunah-rasul-tak-ada-air-bisa-pakai-debu-Br3FnMn8Ax.jpg Mandi Wajib Sesuai Sunah Rasul (Foto: Pixabay)

Mandi wajib atau yang sering disebut juga dengan mandi junub adalah mandi yang bertujuan untuk menghilangkan hadas besar yang ada di diri seseorang, baik karena hubungan intim, keluarnya sperma, haid atau nifas.

Seperti yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a. ia berkata: "Rasulullah saw. bersabda: "Jika ia duduk di antara empat cabang (maksudnya dua tangan dan dua kaki) dan khitan menyentuh khitan maka ia wajib mandi."

Mandi junub atau mandi wajib dilakukan dengan cara mengalirkan atau menyiramkan air bersih ke suluruh tubuh mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Namun tidak hanya itu, mandi junub memiliki tata cara yang harus diikuti agar mandi tersebut menjadi sah.

Mari kita simak tata cara mandi junub atau mandi wajib sesuai sunah Rasul sebagaimana dikutip dari buku Fiqih Cinta Karya Abdul Aziz Ahmad:

1. Kewajiban-Kewajiban Mandi Junub

Yang pertama yaitu mencuci seluruh tubuh dari ujung kepala sampai ujung kaki, sesuai dengan firman Allah SWT:

"... Dan jika kamu junub, maka mandilah,...".(QS al-Maidah:6).

Bagian yang susah mencucinya seperti bagian dalam mata, maka gugur kewajibannya. Sedangkan bagian yang tidak susah mencucinya maka wajib dicuci. Mencuci bagian dalam hidung dan mulut adalah bagian yang tidak susah mencucinya.

Diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi dari nabi saw, beliau bersabda:

"Di bawah seluruh rambut adalah wilayah junub, maka basahilah rambut dan bersihkan kulit bagian luar."

Maksudnya adalah mandi wajib harus membersihkan seluruh bagian tubuh dengan air. Dari perintah-perintah syar'i tersebut, maka wajib mencuci semua bagian tubuh yang tidak susah dibersihkan seperti; pusar, kemaluan wanita yang nampak, di bawah cincin yang sempit, bagian luar telinga dan bagian tubuh di bawah ketiak.

2. Sunah-Sunah Mandi Wajib

Sunah mandi adalah dimulai dengan mencuci kedua tangan, kemaluan, menghilangkan najis, kemudian berwudhu' seperti wudhu'nya salat, kecuali kedua kaki yang diakhirkan di akhir mandi.

Kemudian menyiram air ke seluruh tubuh tiga kali, kemudian mencuci kedua kaki hingga ke tempat yang tidak terkena air. Semua ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh kelompok tujuh buku (al Kutub a.s.-Sittah) dari Ibn Abbas r.a., ia berkata:

"Menceritakan kepadaku bibiku Maimunah, ia berkata: "Aku mendekati Rasulullah saw. yang sedang mandi (maksudnya untuk melihat apa yang ia cuci). Ia mencuci kedua telapak tangannya dua atau tiga kali, kemudian memasukkan tangannya ke dalam bejana, kemudian menyiramnya pada kemaluannya dan mencucinya dengan tangan kirinya. Kemudian ia beliau menggosok-gosokkan tangan kirinya ke tanah kuat-kuat untuk membersihkannya dari najis. Kemudian beliau berwudhu' seperti berwudhu' untuk salat. Kemudian beliau menyiram kepalanya tiga kali siram. Setiap siraman sepenuh dua telapak tangan. Kemudian beliau mencuci seluruh tubuh. kemudian menyingkir dari tempatnya untuk mencuci kedua kakinya. Kemudian aku memberikan handuk kepadanya, namun beliau menolaknya."

Seorang pria yang mengikat rambutnya, maka ia wajib melepaskannya hingga air dapat mencapai seluruh rambutnya. Sedangkan wanita tidak wajib membuka ikat rambutnya, namun air cukup menyentuh bagian pangkal rambutnya, seperti yang diriwayatkan oleh Abu Daud bahwa mereka (para sahabat) meminta fatwa kepada Rasulullah mengenai hal itu, beliau bersabda:

"Seorang pria hendaknya menguraikan rambutnya hingga mencapai pangkal rambut. Sedangkan wanita tidak wajib mengurainya, maka siramlah kepalanya tiga kali dengan cedokan dua telapak tangannya."

Menurut riwayat Muslim: "Apakah aku harus mengurainya untuk mandi haid dan junub?" Beliau menjawab: "Tidak, tapi cukup kamu menyiram kepalamu tiga siraman kemudian alirkan air ke atasnya, maka kamu telah bersih."

Di antara sunah mandi wajib adalah memulainya dengan niat, membaca basmalah, bersiwak, mengurai janggut dengan jari-jari, dan menggosok bagian tubuh yang memungkinkan untuk digosok. Jika orang yang wajib mandi tidak menemukan air, karena tempatnya yang jauh lebih dari setengah jam perjalanan, atau ia takut penyakitnya bertambah parah karena tersentuh air, atau ia tidak menemukan air hangat di saat dingin, atau ia takut serangan musuh atau kehausan, maka ia boleh bertayamum dalam kondisi-kondisi tersebut.

Adapun tata caranya sebagai berikut:

Niat kemudian memukul kedua telapak tangan dua kali ke atas jenis lapisan tanah yang bersih, seperti; pasir, batu, atau debu. Satu pukulan untuk mengusap wajah dan satu pukulan lagi untuk menyapu kedua tangan hingga batas siku, sesuai dengan firman Allah SWT: ... "Lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu,..." (QS al-Maidah:6).

Juga sabda Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Daruquthni dan Hakim di dalam sahihnya: "Tayamum itu dengan dua pukulan. Satu pukulan untuk (mengusap) wajah, dan satu pukulan untuk menyapu) hasta hingga (batas) siku."

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini