UNTUK pertama kalinya, Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Olimpiade Sains dan Karya Inovasi (OSKI) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) 2019. Gelaran itu merupakan wadah bagi mahasiswa berbasis pesantren untuk adu kemampuan atau membuktikan diri sebagai generasi yang tak hanya paham agama, tetapi juga unggul dalam hal sains.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan, event Olimpiade Sains atau OSKI ini menjadi salah satu jawaban atas pertanyaan mengapa PTKI menghadirkan program-program studi sains atau prodi umum.
"Di antaranya adalah memberikan afirmasi secara akademik tentang integrasi keilmuan dan inovasi-inovasi yang dilahirkan oleh perguruan tinggi keagamaan Islam," jelasnya.

Ilustrasi. Foto: Istimewa
Sementara Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Arskal Salim menjelaskan, Kelahiran OSKI dilatarbelakangi tuntutan integrasi keilmuan yang menjadi core business PTKI.
Ia menambahkan, Olimpiade Sains merupakan ajang kompetisi sekaligus apreasiasi pemerintah terhadap karya inovasi dan temuan-temuan sains dan teknologi oleh dosen dan mahasiswa.
Sedangkan Kepala Subidt Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Diktis Kemenag, Suwendi menilai PTKI sudah saatnya tidak hanya handal pada aspek keagamaan, tetapi juga do bidang sains dan inovasi.
"OSKI diharapkan akan melahirkan penemu-penemu bidang sains dan inovasi dari kalangan mahasiswa dan dosen PTKI untuk menjawab tantangan kekinian dan kedisinian," ucapnya.
OSKI perdana ini akan diselenggarakan pada 14-16 November 2019 di Makassar, Sulawesi Selatan. Beberapa bidang yang dilombakan dalam kategori sains adalah Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika. Sementara kategori karya inovasi meliputi temuan-temuan terkait ilmu pengetahuan baik karya dosen maupun mahasiswa PTKI.
Hingga saat ini, sebanyak 678 peserta dari 34 PTKI seluruh Indonesia telah terdaftar untuk mengikuti kompetisi ini. Ratusan peserta tersebut akan mengikuti proses seleksi untuk menjadi nominee. Seleksi akan berlangsung pada 30-31 Oktober 2019 di masing-masing PTKI. Para peserta terbaik nantinya berhak melaju ke tahap final di Makassar.
(Abu Sahma Pane)