Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Larangan Penggunaan Cadar dan Celana Cingkrang, Ini Pendapat Guntur Romli

Novie Fauziah , Jurnalis-Senin, 04 November 2019 |15:25 WIB
Larangan Penggunaan Cadar dan Celana Cingkrang, Ini Pendapat Guntur Romli
Gaya celana cingkrang (Foto: Esquire)
A
A
A

Polemik larangan penggunaan cadar dan celana cingkrang di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) masih bergulir.

Baik dari instansi pemerintah, masyarakat hingga tokoh organisasi Islam membahas larangan penggunaan cadar dan celana cingkrang.

 Memakai cadar

Tokoh Muda Nahdlatul Ulama (NU) Guntur Romli mengatakan, cadar dan celana cingkrang kemungkinan besar merupakan ciri atau tanda penganut paham radikalisme. Ini dilihat apabila mereka tidak mau mematuhi aturan di instansi pemerintah.

"Dengan mereka tetap memaksa memakai cadar itu ciri-ciri radikal karena mereka menolak aturan instansi pemerintah. Penolakan dalam peraturan, itu bentuk radikalisme yang diekpresikan. Kalau dia tidak radikal, maka dia bisa menyesuaikan diri," ujar Guntur kepada Okezone saat ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019).

Guntur mempertanyakan, mereka yang bercadar dan memakai celana cingkrang apakah dapat mematuhi aturan pemerintah?

"Beberapa orang yang menganut paham memakai cadar dan celana cingkrang kebanyakan menolak aturan," ujarnya.

Sementara itu Pengamat Terorisme Ridwan Habib mengatakan, kelompok radikal mengklaim bahwa dirinya tengah jihad dan memperjuangkan aturan-aturan agama. Kemudian akan diterapkan di Indonesia, yakni berbasis negara khilafah.

"Mereka menganggap ini adalah panggilan jihad yang melingkupi semua keseharinnya," katanya.

Indonesia, terang Ridwan, selama lima tahun ke depan akan berhadapan dengan kelompok militan serta berbagai paham yang menyimpang yang mempengaruhi ideologi masing-masing orang.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement