"Dalam menghadapi paham dan gerakan radikal, Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai pendekatan untuk moderasi beragama agar yang ekstren kanan dan kiri bisa menuju ke tengah. Karena, hakikat Islam itu ada di tengah, bukan Islam setengah-tengah," guraunya.
Di Indonesia, katanya, banyak wisdom atau kearifan lokal yang menjadi perekat kebersamaan di tengah keragaman budaya, agama, maupun keyakinan. Dalam catatannya, di daerah Kudus Jawa Tengah, sesuai dengan warisan leluhurnya tidak ada muslim yang hingga saat ini menyembelih binatang sapi demi menghormati keyakinan orang Hindu di daerah tersebut yang memuliakan sapi.
"Indonesia memiliki banyak wisdom untuk memelihara keragaman agar tetap harmonis. Salah satu contohnya di wilayah Kudus, Jawa Tengah, tempat asal saya, di sana tidak ada umat Islam yang menyembelih sapi demi untuk menghormati saudaranya yang beragama Hindu dan menggantinya dengan kerbau. Jadi di Kudus itu yang ada sate kerbau, sop kerbau, bakso kerbau, dan lain-lain", ujarnya.