PENERAPAN salam semua agama atau salam lintas agama kini sedang jadi polemik. Sebab Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur (MUI) mengimbau pejabat Muslim untuk tidak mengucapkannya.
Dalam salam semua agama itu terdapat salam masing-masing agama, salah satunya adalah Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh yang merupakan salam Islam. Lalu apa sebenarnya makna Assalamualaikum ini?
Perlu diketahui bahwa ucapan bukan hanya sekedar estetika saja, tapi sudah menjadi landasan syariah. Ada banyak riwayat hadits tentang ajaran salam. Di antaranya adalah ketika Ibnu Umar bertanya kepada Rasulullah tentang amalan Islam yang paling baik.
Lantas Rasul menjawab: تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ
"Memberi makan, mengucapkan Salam kepada orang yang engkau kenal dan yang tidak engkau kenal." (HR Bukhari dan Muslim).

Salam biasanya juga diucapkan ketika berpidato. Foto: Acclaim Images
Sementara itu Assalaimualaikum yang merupakan satu di antara salam semua agama, jika ditulis secara standar struktur bahasa Arab, salam yang lengkap seharusnya ditulis السلام ورحمةالله وبركاته عليكم, yang berarti "(Semoga) keselamatan/perdamaian/keamanan/kesejahteraan dan rahmat Allah serta berkah-Nya (terlimpah) kepada kalian". Sebab menggunakan estetika bahasa (balaghah), maka tersusun menjadi السلام عليكم ورحمةالله وبركاته.