Terlebih, Atta adalah seseorang yang terkenal. Semua perilakunya akan ditiru banyak orang, dan jika melakukan akhlak tidak terpuji ketika salat maka akan mempermainkan salatnya juga.
"Sungguh sangat tidak pantas, jika seorang panutan bagi kaum muda, yang notabenenya adalah idola, menjadikan dirinya jatuh pada hal yang kurang terpuji, dengan mempermainkan salat dengan gerakan atau ucapan yang lepas dari sahnya salat, bahkan malah cenderung tidak menghargai wilayah suci Ini," papanya.
Allah berfirman,
وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ. لاَ تَعْتَذِرُواْ قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ
"Jika kamu menanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, ‘Sungguh, kami hanyalah bersenda-gurau dan bermain-main.’ Katakanlah, ‘Apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kalian selalu mengolok-olok?’ Kalian tidak usah meminta maaf karena kalian menjadi kafir sesudah beriman…."(QS. At-Taubah: 65-66)
Kemudian, Ainul mengimbau, jangan sampai seorang influencer yang harusnya menjadi uswah Hasanah, mendorong pemuda-pemudi berlomba-lomba berbuat positif dan bermanfaat, malah menggiring opini negatif lewat hal yang mengundang provokatif.