nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Upaya Santri Lirboyo Deradikalisasi Pelajar lewat Buku

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 15 November 2019 14:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 15 614 2130287 upaya-santri-lirboyo-deradikalisasi-pelajar-lewat-buku-40GDc11i2R.jpg Upaya melakukan deradikalisasi pelajar lewat buku

Pemerintah gencar mengkampanyekan deradikalisasiuntuk mencegah terjadinya aksi terorisme. Upaya deradikalisasidilakukan secara menyeluruh, termasuk deradikalisasi pelajar.

Sejumlah pengajar Pondok Pesantren Lirboyo didaulat menjadi penyusun buku pendidikan agama Islam oleh Kementerian Agama (Kemenag). Ini merupakan salah satu upaya santri Pondok Pesantren Lirboyo melakukan deradikalisasi pelajar lewat buku.

 peran santri

Santri Pondok Pesantren Lirboyo yang diminta menyusun buku pendidikan agama tersebut merupakan alumnus Ma’had Aly Lirboyo. Mereka diberi amanah oleh Kemenag untuk ikut menyusun buku pelajaran agama Islam bagi lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag, bersama beberapa orang lainnya.

Buku yang mereka susun antara lain buku fikih untuk kelas X Madrasah Aliyah (MA), buku fikih untuk kelas XI MA Program Khusus (MAPK), dan buku ilmu hadis untuk kelas XI MAPK.

Ketiga santri tersebut antara lain M. As’ari asal Tegal, M. Nawawi asal Madura dan M. Rifa’i asal Purworejo. Sebelum menjadi pengajar Madrasah Aliyah di Lirboyo, mereka telah terbiasa dengan iklim bahtsul masail dan karya tulis agama sejak masih sekolah.

Beberapa buku telah mereka tulis bersama santri lainnya antara lain 'Gerbang Fikih', buku yang mengumpulkan pemecahan berbagai permasalahan sehari-hari bagi pemeluk agama Islam.

Mereka juga menulis buku 'Kritik Ideologi Radikal', dan buku 'Fikih Kebangsaan' yang ditulis sebanyak tiga jilid.

Empat buku terakhir ini mereka tulis dengan berkonsentrasi pada permasalahan pelik yang sedang melanda bangsa ini yakni radikalisme.

Mereka mengupas tuntas radikalisme dengan merujuk kepada Alquran, hadist, dan kitab-kitab salaf yang komprehensif. Tentu saja, mereka berharap karya mereka ini dapat mencegah paham-paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Mereka kini mendapat kesempatan besar untuk ikut berperan lebih jauh dalam deradikalisasi pelajar. Ini dilakukan dengan menjadi penyusun buku kurikulum madrasah.

Seperti dilansir website Pondok Pesanten Lirboyo, dengan digunakannya buku yang berisi derekalisasi untuk digunakan bagi para pelajar maka diharapkan penanaman ideologi yang salah dapat segera musnah sejak dari akarnya.

Mereka berharap, semangat santri Pondok Pesantren Lirboyo dalam menekan wabah radikalisasi ini bisa beriringan dengan spirit Menteri Agama Fachrul Razi dan jajarannya yang baru-baru ini menyatakan bahwa deradikalisasi adalah salah satu program utama mereka.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini