Masjid Sultan menjadi masjid pertama di Singapura yang menyediakan tempat tinggal bagi para tunawisma. Ini merupakan bantuan sosial sementara bagi para tunawisma.
Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara Masjid Sultan dengan Ministry of Social and Family Development’s (MSF) Partners Engaging and Empowering Rough Sleepers Network (PEERS). Mereka bekerjasama untuk mencari solusi bagi tunawisma yang tak punya tempat tinggal.

Masjid ini menyediakan kipas angin, kasur, dan air minum kemasan bagi para tunawisma yang mau menginap di masjid. Para tunawisma dapat tinggal di Masjid Sultan dari pukul 22:00 malam hingga 07:00 pagi.
Ruangan untuk menginap di Masjid Sultan ini bersih dan cukup luas. Ruangan juga disediakan lima kasur single dan sejumlah bantal. Air minum kemasan juga bisa ditemukan di pojok ruangan.
Untuk menginap di masjid, tunawisma hanya perlu mencari sekuriti. lalu mendaftar untuk menginap.
Tunawisma yang menginap dijamin tak akan mengganggu pengunjung masjid. Sebab ruangan untuk menginap para tunawisma tersebut tak terletak di gedung utama atau ruang salat masjid.
Ruangan menginap terletak di gedung lain di kompleks masjid. Yakni di ruang serba guna di ruang basemen gedung tersebut.
Para tunawisma juga tak akan mengganggu para pengunjung masjid, karena ruangan hanya dapat diakses melalui pintu samping yang menghadap Jalan Kandahar, dan bukan pintu utama masjid.
Mereka yang menginap tak akan menjadi korban kejahatan. Sebab ruangan akan dikunci oleh sekuriti saat mereka sedang beristirahat.
Namun ruangan untuk menginap ini hanya disediakan bagi tunawisma pria. Tak masalah agama dan rasnya.
Tunawisma hanya bisa tinggal di Masjid Sultan selama beberapa hari saja. Mereka tak bisa selamanya tinggal di sana.
Setelah itu, MSF akan mencarikan mereka lembaga pemerintah atau layanan sosial lainnya yang dapat membantu mereka menemukan tempat tinggal yang baru.
Dalam sebuah wawancara dengan BERITAmediacorp, Petugas Masalah Sosial untuk Masjid Sultan, Muhammad Aizuddin mengatakan, masalah tunawisma di Singapura semakin meningkat. "Masjid Sultan merasa bertanggung jawab untuk menyiapkan ruang tidur yang aman dan nyaman bagi mereka saat mereka menunggu atau mencari tempat permanen bagi mereka untuk tinggal.”
(Dyah Ratna Meta Novia)