Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Waliyullah Kaya Raya, Jejaknya Masih Ada hingga Hari Ini

Novie Fauziah , Jurnalis-Jum'at, 22 November 2019 |15:11 WIB
Mengenal Waliyullah Kaya Raya, Jejaknya Masih Ada hingga Hari Ini
Harta melimpah (Foto: Jewelry Buyer)
A
A
A

Islam mengajarkan muslim tak hanya pandai secara keilmuan. Namun juga harus kuat secara ekonomi sehingga saat berdakwah tak memikirkan masalah ekonomi dan mampu berbuat banyak untuk umat. Oleh karena itu banyak ulama dan waliyullah kaya raya pada zaman dulu yang tenang dan fokus dalam berdakwah.

Para ulama dan waliyullah kaya raya ini selain banyak ilmunya, hartanya juga melimpah ruah. Bahkan wakafnya masih ada jejaknya hingga saat ini.

 Ilustrasi tanah wakaf

Ketua Lembaga Dakwah PBNU Kiai Agus Salim mengatakan, seorang muslim tidak ditekankan untuk kuat secara ilmu saja. Namun juga harus kuat secara ekonomi sehingga para ulama dalam berdakwah bisa tenang dan ikhlas.

"Karena ini penting, maka di sinilah diadakan seminar enterpreneur. Jadi semangat kita berdakwah harus diimbangi juga ekonomi yang kuat," ujar Kiai Agus dalam Seminar Dai Entrepreneur 2019 bertajuk Improve Your Mind and Creativity to be a Competitive Entrepreneur di Gedung PBNU beberapa waktu lalu.

Kiai Agus menjelaskan, waliyullah Syekh Abdul Qodir Al-Jilani dan Syekh Abu Hasan Ali Asy-Syadzili tidak hanya kaya dengan ilmu saja. Mereka juga memiliki harta yang melimpah ruah.

"Ini ulama-ulama ini orang yang kaya raya. Jangan dianggap hanya pinter wirid doang ini," ujar Kiai Agus.

Bahkan sampai sekarang di Irak masih terabadikan wakafnya Syekh Abdul Qodir Al-Jilani sebesar 80 hektare. Kekayaan ulama ini luar biasa.

Oleh karena itu para ulama maupun dai saat ini, terang Kiai Agus, bisa mencontoh kemampuan ekonomi para ulama pendahulunya. Diharapkan mereka bisa mencontoh Rasulullah SAW, beliau menguatkan perekonomiannya sebagai pedagang atau wirausaha.

"Kita bisa menjadi wirausahawan yang seperti yang digambarkan Rasulullah SAW khairunnas anfauhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat buat orang lain. Kalau kita bisa menerapkan konsep ekonomi, ya kita ciptakan lapangan kerja," ujar Kiai Agus.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement