Kedua lelaki ini adalah Khidir AS dan Ilyas AS. Mereka kemudian bersyahadat kepada Nabi Muhammad SAW yang dengannya mereka merasa puas. Mereka tidak lagi menjadi nabi tapi “hanyalah” bagian dari umat Muhammad SAW. Mereka memohon agar Nabi berkenan membacakan Al Fatihah.
Rasulullah SAW kemudian membacakan surah Al Fatihah untuk mereka berdua. Kemudian mereka berdua membacanya bersama Nabi Muhammad. Lalu mereka semua bersama-sama mengucapkan “Amiin” yang artinya “Duhai Allah, mohon terimalah doa kami…”
Mereka kemudian bertanya, “Duhai Rassulullah, apakah balasannya membaca Al Fatihah?”
“Jika saja Allah mengaruniaiku kehidupan hingga akhir masa, maka tidaklah cukup untuk mengatakan kepadamu semua manfaatnya (semua kebaikan yang akan kita terima karena membaca surah Al Fatihah, penerj.)”, jawab Nabi Muhammad SAW.
“Jadi, aku akan mengatakan kepadamu manfaat dari mengucapkan Amiin.”
“Alif tertulis pada Arsy Allah.
Mim ada pada kaki dari Kursi-NYA.
Yaa ada pada Lawhul Mahfudz.
Nun ada pada Pena (Kalam).”
“Mohon ceritakan lebih banyak lagi”, kata kedua lelaki itu.
“Alif tertulis di kening Israfil AS.”