Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ajaran Rasulullah, Tujuan Pendidikan Mencapai Ketakwaan

Novie Fauziah , Jurnalis-Jum'at, 29 November 2019 |16:57 WIB
Ajaran Rasulullah, Tujuan Pendidikan Mencapai Ketakwaan
Santri belajar agama dan kemanusiaan (Foto: India Today)
A
A
A

Seperti dilansir website Pondok Pesantren Lirboyo, begitu berjasanya seorang guru, sampai-sampai sahabat ‘Ali kwh mengungkapkan,

أَنَا عَبْدُ مَنْ عَلَّمَنِي حَرْفًا وَاحِدًا إِنْ شَاءَ بَاعَ وَإنْ شَاء استَرَقَ.

Artinya: “Aku adalah hamba seseorang yang mengajariku satu huruf. Jika dia mau dia menjualku, dan jika dia mau dia menjadikanku budak.”

Dengan kita mempunyai ilmu, maka kehidupan kita menjadi semakin terasa hidup. Karena ada pepatah mengatakan:

“Orang-orang berilmu akan tetap hidup dan abadi setelah wafatnya, meski tubuhnya telah berkalang debu menjadi serpihan tak berarti. Sementara orang yang tak berilmu tak ubahnya bangkai yang berjalan di atas tanah, ia dianggap hidup padahal ia telah mati”.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement