HABIB Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al-Jufri (Habib Ali Al-Jufri) datang dari Uni Emirat Arab ke Indonesia untuk melakukan safari dakwah selama hampir sepekan, terhitung Jumat 29 November hingga Sabtu 7 Desember 2019.
Salah satu dakwahnya digelar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) akhir pekan lalu dengan tajuk International on Islamic and Civilization. Di acara tersebut Habib Ali Al-Jufri memaparkan tentang seputar peradaban dan berhentinya kajian ilmu.
Dilansir dari Laduni, menurutnya sekarang kerap ditemukan ketidakpahaman terhadap konsep peradaban. Menurutnya peradaban adalah suatu pemikiran masyarakat untuk bisa memajukan umat dan bangsa serta membawa manfaat di segala bidang.
Salah satu permasalahan umat Islam dalam memajukan peradaban adalah berhentinya kajian ilmu pengetahuan yang terus menerus. Padahal ulama-ulama zaman dulu terus memperbaharui pengetahuannya hingga tiap 100 tahun sekali muncul seorang pembaharu.
Pada kesempatan ini Habib Ali Al-Jufri juga menawarkan konsep alternatif di tengah-tengah pertarungan ide-ide Barat versus non-Barat. Ia berpendapat kedua kubu tersebut sama-sama memiliki pemikiran yang ekstrim. Oleh karena itu perlu ada suatu konsep yang bisa menjembatani keduanya.