Tahun 1966-1971, lima tahun lamanya Maftuh Basthul Birri mondok di Pesantren Lirboyo Kediri. Ia menamatkan tingkat ibtidaiyah dan tsanawiyah Madrasah Hidayatul Mubtadiien (MHM) Lirboyo. Dulu belum ada tingkat Aliyah dan Ma’had Aly.
Tahun 1971-1974, Tiga tahun lamanya Maftuh Basthul Birri mondok di Sarang, Lasem, Rembang, dengan mengaji kitab-kitab kuning dan memperdalam ilmu nahwu, sharaf, dan fiqih.
Tahun 1974-1975, Maftuh Basthul Birri melaksanakan ibadah haji yang pertama pada tahun tersebut. Ibundanya belum menunaikan ibadah haji, sedangkan ayahanda sudah mengerjakan, dan sebagai anak pertama, maka Maftuh Basthul Birri bisa pergi haji ini karena mengantarkan dan menjadi mahram ibu beliau.
Setelah berhaji mengantarkan ibu, Maftuh Basthul Birri tinggal di rumah beberapa bulan sambil mencari pasangan hidup. Ini terjadi pada 1975 ketika menginjak usia sekitar 27 tahun.
Pernikahan Maftuh Basthul Birri bermula dari keinginan untuk sowan selepas menunaikan ibadah haji, kepada kiainya di Pesantren Lirboyo, yaitu Kiai Marzuqi Dahlan.