Kisah Abu Bakar Digigit Ular saat Temani Rasulullah di Gua Tsur

Selasa 10 Desember 2019 13:59 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 10 614 2140174 kisah-abu-bakar-digigit-ular-saat-temani-rasulullah-di-gua-tsur-txikm4dGs1.jpg Ilustrasi ular di dalam gua (Foto: Pixabay)

Suatu ketika Rasulullah SAW dikejar oleh kaum Quraisy yang berniat membunuhnya. Lalu beliau meninggalkan Kota Makkah diikuti oleh sahabatnya Abu Bakar.

Rasulullah dan Abu bakar pun bersembunyi di Gua Tsur di Bukit Tsur. Sebelum beliau memasuki gua, Abu Bakar sebagai orang gurun mengerti bahwa tidak ada lubang bebatuan di gunung yang kosong. Pasti ada ular berbisa di dalam lubang itu.

 Gua Tsur

(Foto: Instagram)

Sayidina Abu Bakar lalu masuk ke dalam gua, lalu menemukan lubang di sana. Beliau buka sandalnya, ditaruhnya kaki kanannya di mulut lubang itu agar Rasulullah terhindari dari serangan ular berbisa.

 

Seperti dilansir NU Online, akhirnya benar, kaki Abu Bakar digigit oleh ular berbisa.

Kemudian Abu Bakar mempersilakan Rasulullah masuk ke dalam gua tersebut. Rasulullah kemudian masuk dan berbaring di paha Abu Bakar.

Rupanya Rasulullah terkena angin sepoi-sepoi pagi. Beliau lalu tertidur.

Ketika Beliau tertidur, ketika itu pulalah Abu Bakar berusaha sekuat tenaga menahan bisa ular yang sudah mulai menjalar ke seluruh tubuhnya.

Abu Bakar berkeringat, dan diriwiyatkan bahwa keringatnya sudah berisi darah. Tetesan keringat Abu Bakar lalu tak sengaja mengenai Rasulullah.

"Syaikh? Apakah kamu menangis?” tanya Rasulullah kepada Abu Bakar.

"Tidak,” jawab Abu Bakar, “kakiku digigit ular."

Lalu ditariknya kaki Abu Bakar dari lubang itu, maka kemudian Rasulullah berkata pada ular, "Hai, tahukah kamu? Jangankan daging atau kulit Abu Bakar, rambut Abu Bakar pun haram kau makan.”

Rupanya dialog Rasulullah SAW dengan ular itu merupakan mukjizat sehingga Abu Bakar mampu mendengar dan memahami percakapan beliau dengan si ular berbisa.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

"Ya saya mengerti engkau, bahkan sejak ribuan tahun yang lalu ketika Allah mengatakan ‘Barang siapa memandang kekasih-Ku, Muhammad, fi ainil mahabbah atau dengan mata kecintaan. Aku anggap cukup untuk menggelar dia ke surga,” kata ular.

“Ya Rabb, beri aku kesempatan yang begitu cemerlang dan indah. “Aku (ular) ingin memandang wajah kekasih-Mu fi ainal mahabbah,” lanjut ular.

Apa kata Allah? "Silahkan pergi ke Jabal Tsur, tunggu di sana, kekasihKu akan datang pada waktunya," jawab Allah.

“Ribuan tahun aku menunggu disini. Aku digodok oleh kerinduan untuk jumpa engkau, Muhammad. Tapi sekarang ditutup oleh kaki Abu Bakar, maka kugigitlah dia. Aku tidak ada urusan dengan Abu Bakar, aku ingin ketemu engkau, Wahai Muhammad."

“Lihatlah ini. Lihatlah wajahku,” kata Rasulullah.

Tanpa menunggu waktu, segera Rasulullah meraih pergelangan kaki Abu Bakar. Dengan mengagungkan nama Allah SWT yang Maha Kuasa lagi Maha Perkasa, Rasulullah mengusap bekas gigitan ular berbisa itu dengan ludahnya. Dalam sekejap rasa sakit itu hilang tak berbekas.

Kini Gua Tsur kembali dalam kesunyian. Abu Bakar yang gantian beristirahat dan Rasulullah berjaga.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya