Sains dalam Alquran, Jasad Firaun Utuh dan Tak Terjamah Bakteri

Suherni, Jurnalis · Rabu 11 Desember 2019 07:48 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 11 614 2140464 sains-dalam-alquran-jasad-firaun-utuh-dan-tak-terjamah-bakteri-IjvhkaIcgV.jpg Ilustrasi. Foto: Needpix

FIRAUN merupakan tokoh keji di masanya, semena-mena terhadap siapa saja. Sanking kejamnya, kisah Firaun tercatat dalam kitab suci Alquran.

Ayat-ayat Alquran telah menyebutkan sejak 14 abad silam tentang eksodus Musa keluar Mesir, dan penyeberangan legendarisnya bersama kaumnya dalam rangka melarikan diri dari kejaran Firaun dan pasukannya.

Para musuh itu akhirnya terjebak dalam lautan dan tenggelam serta menyisakan jasad Firaun satu-satunya, yang lalu terdampar dan menjadi cerita dan pelajaran bagi generasi manusia berikutnya.

Allah berfirman, "Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan? Pada hari ini Kami pun menyelamatkan jasadmu supaya kamu menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lalai terhadap tanda-tanda kekuasaan Kami" (Yunus: 91-92).

Foto: Istimewa

Sesungguhnya naskah Alquran menegaskan selamatnya jasad Firaun setelah tenggelam, yaitu masa kekuasaan Firaun yang membudayakan tradisi pemakaman para raja di kawasan pemakaman khusus raja di dekat delta sungai Nil.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Semua hal tentang jasad para Firaun tidak banyak diketahui sampai akhirnya pada akhir abad 19, untuk pertama kalinya ditemukan makan-makam raja Mesir kuno. Saat itulah ditemukan jasad Firaun dan lalu dipindahkan ke Museum Kairo untuk diteliti dan dipastikan statusnya.

Telah ditegaskan dalam historiologi bahwa Firaun yang berkuasa saat eksodusnya bangsa Israel dari Mesir bernama Menfanah atau Menbanah, putra Ramses II, yang berlaku kejam kepada bangsa Israel. Dialah yang hidup semasa dengan keberadaan bangsa Israel di Mesir dan tenggelam bersama pasukannya di laut.

Namun, jasadnya ditakdirkan oleh Allah untuk selamat dan terdampar di pantai. Berbagai investigasi yang dilakukan oleh komite ilmiah internasional terkait arkeologi Mesir, Eropa, dan Amerika pun mengumumkan hasilnya, bahwa semua mumi Mesir menunjukkan adanya bukti kerusakan akibat pengaruh keberadaan bakteri di tubuh mereka, tapi ajaibnya hal itu tidak ditemukan pada mumi Firaun!

Sesungguhnya Allah-lah yang mendengar bagaimana Firaun meminta pertolongan di akhir-akhir hembusan napasnya. Allah pula lah yang menjawabnya dengan menyelamatkan jenazahnya setelah tenggelam agar menjadi pelajaran bagi generasi setelahnya; jasad itu tak dimakan ikan, tak rusak tersapu ombak, tak terbenam di dasar laut bersama kereta kuda kerajaannya, serta tak tampak tanda-tanda kerusakan di fisiknya.

Bahkan tak terjamah bakteri yang biasa merusak jenazah orang mati yang dimumikan. Siapakah yang mendengar seruan itu, menjawabnya, dan mengabadikan jenazahnya? Dialah Allah yang menurunkan ayat-ayat Alquran dan menceritakan sendiri kisah itu dan menjaga jasad yang terkenal itu.

Demikian dikutip dari buku Pintar Sains Dalam Alquran, Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah, Dr. Nadiah Thayyarah halaman 699-701.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya