Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dugaan PAUD Terpapar Radikalisme, Menag Fachrul Razi: Kami Coba Eliminasi

Novie Fauziah , Jurnalis-Rabu, 11 Desember 2019 |13:13 WIB
Dugaan PAUD Terpapar Radikalisme, Menag Fachrul Razi: Kami Coba Eliminasi
Menag Fachrul Razi. Foto: Kemenag RI
A
A
A

SEBAGIAN layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diduga telah terpapar radikalisme. Hal ini tak ditampik oleh Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi.

“PAUD ada (red. Ada PAUD terpapar radikalisme),” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).

Fachrul Razi menambahkan bahwa pihaknya akan mencoba mengeliminasi radikalisme. Meski begitu ia menekankan bahwa sejarah Islam tidak dihilangkan dari materi PAUD.

“Tapi kami coba eliminasi (red. radikalisme), kalau bahan ajaran kan sudah kita revisi. Tapi yang sejarah Islam tidak kita hilangkan," ucapnya.

Fachrul juga mengatakan, untuk mengatasi adanya radikalisme di lingkungan PAUD, maka harus ada bimbingan bagi para pengajarnya.

Bukan hanya itu, lanjut Fachrul, pemahaman guru terhadap fikih pun perlu diantisipasi supaya tidak ada ajaran sesat.

"Bukan hanya belajar sejarah saja, tapi juga fikihnya. Kalau fikihnya bisa saja sesat, tapi level tertentu mungkin boleh. Akan ada bimbingan (red. ke pengajar)," tuturnya.

Sebelumnya organisasi wanita Muhammadiyah, 'Aisyiyah, angkat bicara soal dugaan PAUD terpapar radikalisme. Pernyataan terkait dugaan tersebut dinilai bisa berdampak luas.

"Pernyataan yang demikian (red. soal radikalisme) bisa jadi menimbulkan prasangka yang membuat pengelola dan guru-guru PAUD tidak nyaman dan akan berdampak negatif bagi penyelenggaraan PAUD di Indonesia," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini sebagaimana dilansir dari laman resmi Muhammadiyah.

Ia menambahkan, jumlah PAUD di Indonesia mencapai puluhan ribu, bahkan 'Aisyiyah memiliki sekira 20 ribu yang sudah berlangsung satu abad merintis pendidikan usia dini.

"PAUD 'Asisyiyah dan tentu juga PAUD pada umumnya mengajarkan nilai-nilai keislaman, keagamaan, dan kebangsaan yang luhur serta tidak mengajarkan radikalisme. PAUD 'Aisyiyah mengajarkan ber-Islam wasathiyah sejak dini sesuai pandangan Muhammadiyah agar kelak menjadi anak-anak yang terdidik, cerdas, dan berakhlak mulia," tutur Noordjannah.

(Abu Sahma Pane)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement