Oleh : Fadlan Abdurrahman Al Faruq
KETIKA menyimak kisah Ali bin Abi Thalib, sayang sekali kalau tidak membagikanya. Kisah yang akan menjadikan hati gerimis, rindu, namun betapa sulit menjumpai esensinya di zaman ini.
Jadi, di antara mutiara kisahnya adalah ketika Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib kehilangan baju besi miliknya yang berharga dan sangat ia sukai.
Baju besi itu ternyata berada di tangan Ahlu Dzimmah ketika ia hendak menjualnya di Pasar Kufah. Ali pun berkata kepadanya,"Ini adalah baju besiku yang jatuh dari untaku pada malam ini di tempat ini"
"Ini adalah baju besiku dan berada di tanganku, wahai Amirul Mukminin", sanggah lelaki itu.

Ilustrasi. Foto: Istimewa
Ali tetap yakin dan bersikukuh mengatakan bahwa itu adalah baju besi miliknya. Lelaki itupun mengajak berhakim kepada Qadhi Syuraih.
Syuraih berkata,"Ada apa wahai Amirul Mukminin?"
Ali bin Abi Thalib menceritakan tentang kronologi jatuh dan hilangnya baju besi miliknya. Syuraih mendengarkan dengan seksama kemudian bertanya kepada laki-laki ahlu dzimmah itu, yang dijawabnya,"Baju besi itu adalah milikku dan ia ada di tanganku dan aku tidak menuduh Amirul Mukminin dengan kedustaan."