PERBEDAAN mazhab ternyata menimbulkan sikap intoleran di negara berpenduduk mayoritas Muslim, Maladewa. Untuk menyelesaikan itu, Dewan Keamanan Republik Maladewa bersama International Republican Institute (IRI) berkonsultasi ke Muhammadiyah di Jakarta.
Ketika menerima rombongan dari Maladewa, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Dialog Antar Agama dan Peradaban, Syafiq A Mughni mengatakan, salah satu perwakilan mereka menceritakan apa yang terjadi dengan sikap beragama yang saling mutlak-mutlakan.
“Di Maladewa banyak lulusan berbeda mazhab yang saling berpikir absolut, itu melahirkan intoleransi,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Suara Muhammadiyah pada Kamis (12/12/2019).
Guna merespons suasana seperti itu, kata Syafiq, dibutuhkan sikap moderasi beragama. Moderasi ini menjadikan dialog dan pendidikan sebagai kunci utama mengatasi sikap intoleransi.