Sains Dalam Alquran, Begini Proses Penyusutan Bumi

Suherni, Jurnalis · Kamis 19 Desember 2019 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 19 614 2143863 sains-dalam-alquran-begini-proses-penyusutan-bumi-wyPI0D4B8A.jpg Permukaan bumi (Foto: National Ocean Service)

Permukaan bumi tidaklah rata. Di sana terdapat batu-batuan yang menonjol ke atas, gunung, dan lembah-lembah curam. Itu semua disebut tepi-tepi bumi.

Di sisi lain, permukaan bumi hampir mirip seperti bola. Ia mempunyai dua kutub dan garis ekuator yang juga disebut tepi-tepi bumi. Jadi, semua permukaan bumi adalah tepi bumi.

Allah berfirman,

"Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah (orang-orang kafir), lalu Kami kurangi (nanqushuha) daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya, dan Dialah Yang Maha-hisab-Nya." (Al-Ra'd: 41).

Kalangan mufasir terdahulu menyebutkan, dikuranginya bumi dari tepi-tepinya mempunyai dua kemungkinan makna. Pertama, kematian para ulama yang menyebabkan kerusakan besar bagi kehidupan.

Kedua, runtuhnya daerah-daerah kekuasaan kaum kafir oleh penaklukan-penaklukan Islam. Inilah dua makna dikuranginya bumi dari bagian tepinya.

Namun, ilmu pengetahuan modern datang mengemukakan kebenaran ilmiah yang mengejutkan. Menurutnya, bumi menyusut secara periodik dan berkelanjutan dari setiap tepinya atau dari setiap kutubnya.

 gunung

Penyusutan terjadi akibat keluarnya berjuta-juta ton material-material bumi dalam bentuk gas, uap, benda cair, dan benda padat dari mulut gunung-gunung berapi secara periodik dan terus-menerus. Hal ini kemudian dikuatkan oleh kalangan ilmuwan dengan mengatakan bahwa ukuran bumi saat ini telah mengalami penyusutan sebesar 200 kali lipat dari ukuran awal bumi.

Pendinginan kerak bumi melahirkan tekanan ke arah perut bumi yang mengandung banyak material bebatuan dan semisalnya. Material-material ini lalu terdesak keluar dalam bentuk gas melalui gunung-gunung berapi.

Ukuran bumi pun menjadi berkurang. Inilah penafsiran dikuranginya bumi dari tepi-tepinya. Tapi, itu semua diganti dengan berjuta-juta meteorit yang jatuh ke bumi setiap tahunnya, meteorit jatuh ke samudera dan padang-padang sahara yang jauh dari komunitas manusia. Inilah rahmat dan karunia agung dari Allah bagi makhluk-Nya.

Cepatnya perputaran bumi pada porosnya (rotasi) dan kuatnya muntahnya pusat bumi atas material-materialnya, telah mengakibatkan pengikisan di dua kutub. Inilah penafsiran berkurangnya bumi dari tepi-tepinya, hal yang kemudian membuat bumi berbentuk bulat telur (elips), bukan bulat bola.

Teori pergeseran benua dalam kurun waktu jutaan tahun akan mengurangi bumi dari tepi-tepinya. Hilangnya material-material di bagian puncak gunung akibat hujan dan angin (erosi), lalu berpindah ke bawah lantaran aliran sungai, lalu meresap ke pantai-pantai di lautan dan samudera telah mengakibatkan berkurangnya bumi dari tepi-tepinya.

Sungai-sungai telah membawa jutaan ton sampah material gunung setiap tahunnya dan memindahkannya ke lautan. Akibatnya, bagian-bagian puncak gunung menjadi terkikis dan bagian-bagian yang lebih rendah terjejali olehnya.

Kata nanqushuha menggunakan kata kerja yang akan datang (mudhari'). Artinya, proses pengikisan bumi sudah terjadi sejak dahulu dan masih terus berkelanjutan sampai sekarang.

Naiknya lautan hingga menutupi tepi-tepi bumi yang kering, yang ambles akibat gempa hasil tekanan gas dari dalam yang menyebabkan letusan-letusan sampai memunculkan rekahan-rekahan di beberapa tepi bumi yang kering-lalu amblesnya sebagian pantai ke dasar lautan hingga tepi-tepi bumi yang kering menjadi berkurang, atau barangkali daratan satu negeri menjadi ambles keseluruhannya; semuanya itu menyebabkan berkurangnya bumi dari tepi-tepinya.

Pengetahuan ini dikutip dari Buku Pintar Sains Dalam Alquran, karya Dr. Nadiah Thayyarah.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini