Ini Makna Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 21 Desember 2019 09:55 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 21 614 2144579 ini-makna-surga-di-bawah-telapak-kaki-ibu-oYygAGwMkI.jpg Surga di bawah telapak kaki ibu (Foto: Musli Matters)

Selama ini kita sudah sangat familiar dengan istilah 'Surga di bawah telapak kaki ibu'. Ungkapan ini seperti kalimat turun temurun yang tak akan pernah luntur.

Tidak ada yang bisa memastikan dari mana asal ungkapan 'Surga di bawah telapak kaki ibu' itu. Namun, pernyataan tersebut seperti diamini semua orang dan akan dikaitan dengan bakti anak dan pengorbanan orangtua.

 ilustrasi surga

Tapi, apakah Anda tahu kalau Islam pun mengamini istilah tersebut. Kedudukan ibu yang cukup tinggi di Islam tentu ada kaitannya dengan pernyataan ini. Hal itu bisa juga dilihat dari hadist berikut ini,

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548).

Ustadz Mahfud Said menjelaskan mengenai kalimat 'Surga di bawah telapak kaki ibu' ini. Menurutnya, ibu kenapa menjadi tolak ukur surga, itu karena wasilah kita bisa tercipta ke dunia melalui seorang ibu.

"Selama sembilan bulan kita digendong di dalam rahim, sehingga kesulitan demi kesulitan senantiasa menyertai ibu. Namun, dengan semangat dan ikhlas, ibu menghadapinya dengan berharap bisa terlahir anak yang hebat," ungkap Ustadz Mahfud pada Okezone melalui pesan singkat, Sabtu (22/12/2019).

Pengorbanan ibu tidak hanya saat mengandung, tetapi juga setelah melahirkan dan membesarkan anak. Tidak ada keluhan yang diutarakan seorang ibu.

Semua ibu lakukan demi anaknya. Bahkan, untuk tidur pun ibu mesti sabar dan mengorbankan hidupnya demi anak.

"Maka, betapa mustahilnya seorang anak bisa membalas penderitaan seorang ibu. Perjuangan orangtua dalam membesarkan anaknya tidak akan bisa terbalas dengan hal apa pun," sambungnya.

Oleh karena itu, terang Ustadz Mahfud, Islam memandang ibu adalah sosok yang harus dihormati. Bahkan menjadi tolak ukur kita mendapatkan ridho dari Allah SWT.

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْناً عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu." (QS. Lukman: 14).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini