Dahsyatnya Doa Ibu, Kisah Nabi Musa Ini Jadi Buktinya!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 22 Desember 2019 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 22 614 2144886 dahsyatnya-doa-ibu-kisah-nabi-musa-ini-jadi-buktinya-7VAbuhHytg.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Percayalah bahwa di dalam ridhonya ibu, ada ridhonya Allah SWT. Makanya, kita sebagai Muslim tidak boleh melawan orangtua, khususnya ibu. Apa yang ia ucapkan akan didengar Allah SWT. Seperti yang dialami seorang lelaki di zaman Nabi Musa as.

Kisah ini diceritakan Habib Jamal bin Thoha Baaqil yang dituangkan dalam laman Pesantren Lirboyo. Dikisahkan, Nabi Musa bertanya pada Allah SWT, "Ya Rabb, siapa nanti yang akan menemaniku di surga?". Allah pun menjawab pertanyaan Nabi Musa tersebut, "Yang akan menjadi temanmu di surga adalah orang yang pertama kali melewatimu."

 Perempuan menadahkan tangan

Penasaran dengan sosok yang dijanjikan Allah, Nabi Musa pun menunggu dengan sabar di depan rumahnya, menunggu siapa orang yang pertama kali melewatinya. Dalam bayangan Nabi Musa, sosok tersebut ialah Nabi Harun atau para sahabat beliau.

Setelah beberapa waktu, akhirnya momen itu muncul. Dari kejauhan terlihat ada seorang pria yang bakal melewati Nabi Musa. Pria tersebut berjalan sambil membawa kayu bakar di atas punggungnya. Nabi Musa tidak mengenali orang tersebut sama sekali.

Heran dengan jawaban Allah, Nabi Musa kembali bertanya pada Allah, "Ya Rabb, apakah benar dia adalah temanku nanti di surga?". Kemudian Allah menjawab, "Ya, dialah temanmu di surga."

Sadar bahwa orang yang pertama kali lewat adalah orang yang tak beliau kenal, Nabi Musa pun coba mengikuti si pria dari belakang. Hal ini beliau lakukan karena begitu penasaran dengan orang yang tak beliau kenal tersebut. "Saya harus cari tahu kenapa dia menjadi temanku di surga," ucap Nabi Musa dalam hati.

Sampai akhirnya, si pria menghentikan langkah kakinya dan masuk ke suatu rumah. Si pria meletakkan kayu bakar tersebut dan mulai membuat makanan. Ternyata, makanan yang sedang ia buat dia berikan pada ibunya. Setelah makanan telah matang, ia suapi ibunya dengan penuh kasih sayang.

Tidak berselang lama setelah makanan telah habis disuapi, si ibu kemudian mengangkat kedua tangannya berdoa pada Allah;

اَللّهُمَّ اجْعَلْ وَلَدِي هَذَا رَفِيقَ مُوسَى فيِ الْجَنَّةِ

"Ya Allah, jadikanlah anakku ini teman Nabi Musa di surga," ucap si ibu mengharu biru.

Berkat doa si ibu itu, Allah menakdirkan anaknya menjadi orang yang mendampingi Nabi Musa di surga. Begitu dahsyat doa ibu, makanya jangan pernah sepelekan hal itu dan jangan buat ibu Anda menjadi marah.

Bahkan, dikatakan Habib Jamal, doa ibu itu sangat mustajab, seperti doa Nabi pada umatnya. Karena itu, sebaiknya Anda menjaga sikap supaya jangan sampai Anda malah mendapat mala petaka dari apa yang Anda lakukan atau sampaikan pada ibu Anda.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini