Lebih lanjut, kegiatan pendidikan ini menghadirkan instruktur kebangsaan pusat seperti Khamami Zada, Ahmad Rozaki, Rumadi, Marzuki, Aceng Abdul Aziz, Mahrus, A Suaedy dan lainnya. Materi yang disampaikan tekait keislaman, keindonesiaan dan kebangsaan.
"Output kegiatan adalah peserta mampu bersikap dan memiliki cara berpikir kritis dan moderat," kata Aceng.
Selain pelatihan dalam kelas, peserta PIN-MB juga mendapat kesempatan berkunjung ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Menurut Ruchman, kunjungan tersebut dimaksudkan agar peserta mendapatkan bekal best practise dari yang sudah dilakukan Muhammadiyah dalam melakukan counter terhadap radikalisme.