Muslim Australia Gelar Doa Bersama untuk Meminta Hujan

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 06 Januari 2020 12:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 06 614 2149741 muslim-australia-gelar-doa-bersama-untuk-meminta-hujan-fVolOOnv5H.jpg Salat meminta hujan. Foto: diambil dari dailymail yang bersumber dari Facebook

TIDAK seperti di Indonesia yang sudah memasuki musim hujan, negara tetangga yakni Australia masih mengalami kemarau panjang. Kekeringan dan kebakaran lahan menjadi sebagian imbas cuaca tersebut.

Menyikapi kondisi itu, umat Muslim di sana menggelar doa bersama untuk meminta hujan. Dilansir dari laman Daily Mail pada Senin (6/1/2020), amalan itu diadakan di tengah-tengah Bonython Park, Adelaide pada Minggu 5 Januari 2020.

Bukan hanya muslim saja yang ikut dalam doa itu, warga yang beragama Islam dan non-Muslim bergabung dalam doa bersama tersebut, dan tentu saja mereka memohon berdasarkan keyakinan masing-masing.

Salat meminta hujan. Foto: diambil dari dailymail yang bersumber dari Facebook

Perwakilan dari Pusat Hubungan Kristen dan Muslim, Imam Patrick McInerney mengatakan mereka yang berbeda keyakianan turun langsung ke lapangan untuk meminta hujan kepada Tuhan.

"Hari ini saya bergabung dengan saudara-saudara Muslim saya di Adelaide, berdoa untuk diturunkan hujan," katanya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sementara rekannya Profesor Mohamad Abdalla, yaitu sesama tergabunng dalam Hubungan Kristen dan Muslim menyampaikan pesan melalui khotbahnya, yakni agar semua masyarakat beragama bertobat. Memohon ampunan kepada Tuhan atas agar kekeringan cepat berlalu.

Kekeringan pada masa ini bukan hanya membuat lahan dan hutan rentan terbakar, namun juga menimbulkan korban jiwa. Contohnya adalah seorang ahli bedah pilot Dick Lang (78) dan putranya Clayton (43), tewas dalam insiden kebakaran hutan di Negeri Kanguru itu.

Keduanya terjebak ketika melawan kobaran api yang mengelilingi mereka. Keluarga mereka pun sangat bersedih dan terpukul atas peristiwa tersebut.

"Kami sangat terpukul telah kehilangan dua anggota keluarga kami yang tercinta, Dick Lang dan putra bungsunya Clayton Lang, dalam keadaan yang begitu mengerikan," kata perwakilan keluarga korban yang tak disebutkan namanya.

Sementara Menteri Utama Australia Steven Marshall mengatakan kematian itu adalah berita tragis.

"Kami mengunjungi keluarga orang-orang yang telah jadi korban. Itu benar-benar mengulangi pesan yang sangat penting bahwa orang mendengarkan peringatan. Ini situasi yang sangat berbahaya di Pulau Kanguru," ucapnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya