nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korban Banjir Disebut Mati Syahid, Ini Penjelasan Ustadz

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 07 Januari 2020 11:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 07 614 2150135 korban-banjir-disebut-mati-syahid-ini-penjelasan-ustadz-Lxu0BUEvXO.jpg Banjir melanda (Foto: Disaster Readiness Portal)

Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadist Indonesia, Ustadz Fauzan Amin mengatakan, jika seseorang meninggal dunia akibat banjir atau tenggelam maka ia mati syahid.

"Ya, mati syahid di dunia. Kan kalau banjir matinya pasti tenggelam dan bersifat mendadak," katanya saat dihubungi Okezone beberapa waktu lalu.

 banjir

Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda;

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

Artinya: "Orang yang mati syahid itu ada lima; orang yang meninggal karena penyakit tha’un, sakit perut, tenggelam, orang yang kejatuhan (bangunan atau tebing) dan meninggal di jalan Allah" (HR. Bukhari)

Fauzan melanjutkan, pengertian syahid di sini terbagi ke dalam dua kategori, yaitu:

1. Syahid fi dunya (di dunia).

Syahid di dunia bisa dikenali melalui tanda-tanda fisik seperti meninggal saat melahirkan dan mati mendadak tanpa sebab. Seperti tiba-tiba terkena penyakit, tenggelam, terbakar dan lainnya.

2. Syahid fil akhirah (akhirat).

Sementara syahid fil akhirat lebih menunjuk nilai pahala yang didapat oleh si mayit. Misalnya, ada orang meninggal dunia dalam perang menegakkan kalimat Allah. Maka di dunia jelas dinyatakan mati syahid.

Namun demikian, perkara surga dan neraka tetap menjadi keputusan Allah SWT. "Tapi di akhirat hanya Allah yang Maha tahu."

Bisa jadi walaupun secara fisik di dunia di identifikasi sebagai mati syahid, berdasarkan tanda-tanda di atas tapi soal akhirat hanya Allah yang Maha tahu.

Senada dengan Ustadz Fauzan, Ketua Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Jakarta Timur, Ustadz Asroni Al Paroya menuturkan, terdapat hadist yang menjelaskan tentang ciri-ciri orang yang meninggal dunia dalam keadaan syahid.

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

Artinya: "Orang yang mati syahid itu ada lima; orang yang meninggal karena penyakit tha’un, sakit perut, tenggelam, orang yang kejatuhan (bangunan atau tebing) dan meninggal di jalan Allah" (HR. Bukhari)

"Seorang wanita yang meninggal karena melahirkan anaknya juga termasuk syahid," katanya.

Dalam riwayat hadist Rasulullah SAW, bersabda;

قَتْلُ الْمُسْلِمِ شَهَادَةٌ وَالطَّاعُونُ شَهَادَةٌ وَالْبَطْنُ وَالْغَرَقُ وَالْمَرْأَةُ يَقْتُلُهَا وَلَدُهَا جَمْعَاءَ

Artinya: "Terbunuhnya seorang muslim terhitung syahid, kematian karena wabah thaun terhitung syahid, kematian karena sakit perut terhitung syahid, kematian karena tenggelam terhitung syahid dan seorang wanita yang mati karena melahirkan anaknya terhitung syahid" (HR. Ahmad).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini